E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Pendidikan|RUU Masyarakat Adat|pangan|Parlemen Kampus|Haji|timwas haji|energi|Guru|MBG|sampah|pesantren|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Pendidikan|RUU Masyarakat Adat|pangan|Parlemen Kampus|Haji|timwas haji|energi|Guru|MBG|sampah|pesantren|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Pendidikan|RUU Masyarakat Adat|pangan|Parlemen Kampus|Haji|timwas haji|energi|Guru|MBG|sampah|pesantren|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Penanganan KLB Campak di Jateng Dinilai Baik, Komisi IX Dorong Edukasi Publik

Diterbitkan
Selasa, 31 Mar 2026 16.41 WIB
Bagikan:
Penanganan KLB Campak di Jateng Dinilai Baik, Komisi IX Dorong Edukasi Publik

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (30/3/2026).|Foto: Oji/Karisma

PARLEMENTARIA, Semarang – Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan edukasi publik secara lebih masif dan kolaboratif guna menekan penyebaran penyakit tersebut.


“Kalau satu orang terkena campak bisa menularkan ke 18 orang. Maka edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” ujar Felly usai pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah beserta jajaran, dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (30/3/2026).


Politisi Partai NasDem tersebut juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua. Kondisi ini dinilai berpotensi memperluas penularan campak di tengah masyarakat.

Lihat Juga :

Komisi III Dorong Penanganan Menyeluruh Penanganan Tambang Ilegal di Kalteng

Komisi III Dorong Penanganan Menyeluruh Penanganan Tambang Ilegal di Kalteng

Realisasi Cek Kesehatan Gratis di Riau Rendah, Komisi IX Dorong Penambahan Dokter

Realisasi Cek Kesehatan Gratis di Riau Rendah, Komisi IX Dorong Penambahan Dokter


“Kita tahu bersama ada juga orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi. Nah, ini menjadi masalah kalau orang tua melarang anaknya untuk diimunisasi,” tegas legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Utara itu.


Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap campak harus terus ditingkatkan. Ia menyebut daya tular campak sangat tinggi, bahkan melebihi Covid-19.


“Kalau Covid-19 satu orang menulari lima orang, campak bisa sampai 18 orang. Maka penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya seperti TBC. Penguatan imunisasi dan edukasi masyarakat menjadi fokus utama,” jelasnya.


Sebagai informasi, campak (rubeola) merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular, disebabkan oleh virus Morbillivirus. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), serta ruam merah yang menyebar ke seluruh tubuh.


Penularan campak terjadi melalui percikan liur (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, diare berat, hingga kematian, terutama pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi. (oji/aha)

Berita terkait

Komisi III Dorong Penanganan Menyeluruh Penanganan Tambang Ilegal di Kalteng
Politik dan Keamanan
Komisi III Dorong Penanganan Menyeluruh Penanganan Tambang Ilegal di Kalteng
Realisasi Cek Kesehatan Gratis di Riau Rendah, Komisi IX Dorong Penambahan Dokter
Kesejahteraan Rakyat
Realisasi Cek Kesehatan Gratis di Riau Rendah, Komisi IX Dorong Penambahan Dokter
KLB Campak Jadi Alarm Nasional, Komisi IX Dorong Penguatan Imunisasi
Kesejahteraan Rakyat
KLB Campak Jadi Alarm Nasional, Komisi IX Dorong Penguatan Imunisasi
Tags:#campak#imunisasi
Sebelumnya

Dorong RUU Larangan Praktik Monopoli, Nevi Zuairina Tegaskan Pentingnya Iklim Usaha Sehat

Selanjutnya

Jateng Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Campak

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(813)
  • Industri dan Pembangunan(3008)
  • Isu Lainnya(1004)
  • Kesejahteraan Rakyat(2911)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3622)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Pendidikan|RUU Masyarakat Adat|pangan|Parlemen Kampus|Haji|timwas haji|energi|Guru|MBG|sampah|pesantren|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h