E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|RAPBN 2027|RUU HPI|Perguruan Tinggi|AMDK|PTN|YTR|Kesehatan|Transportasi|Bencana|TKD|Anggaran|Pendidikan
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 86%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|RAPBN 2027|RUU HPI|Perguruan Tinggi|AMDK|PTN|YTR|Kesehatan|Transportasi|Bencana|TKD|Anggaran|Pendidikan
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 86%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|RAPBN 2027|RUU HPI|Perguruan Tinggi|AMDK|PTN|YTR|Kesehatan|Transportasi|Bencana|TKD|Anggaran|Pendidikan
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 86%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Hetifah: Akal Imitasi Harus Jadi Alat Bantu Jurnalisme

Diterbitkan
Selasa, 31 Mar 2026 11.22 WIB
Bagikan:
Hetifah: Akal Imitasi Harus Jadi Alat Bantu Jurnalisme

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi yang dihadiri para jurnalis di Jakarta, Minggu (15/3/2026). |Foto: Husein/Mahendra

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengemukakan, Akal Imitasi atau Artificial Intelligence (AI) harus diposisikan sebagai co-pilot atau alat bantu, bukan pengganti peran manusia. Berdasarkan survei di Asia Tenggara, meski 95 persen jurnalis sudah familiar dengan AI, keputusan editorial, verifikasi fakta, dan pertimbangan etika harus tetap mutlak berada di bawah kendali jurnalis manusia.
 

Demikian disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi yang dihadiri para jurnalis di Jakarta, Minggu (15/3/2026). Diskusi ini bertajuk "Smart Journalism: Integrasi Data, Riset, dan Kecerdasan Buatan untuk Pemberitaan Berkualitas", bekerja sama dengan BRIN. 
 

Dikatakan Hetifah, fenomena ini menandakan bahwa AI bukan lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan pintu masuk yang mulai menggeser peran tradisional media massa. Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah fundamental lanskap jurnalisme global, mulai dari produksi hingga konsumsi informasi oleh masyarakat. Data menunjukkan, lebih dari 70 persen Generasi Z kini beralih ke AI untuk mencari informasi.
 

Lihat Juga :

Andreas Hugo: Akal Imitasi Harus Jadi Alat, Bukan Pengganti Manusia

Andreas Hugo: Akal Imitasi Harus Jadi Alat, Bukan Pengganti Manusia

Penggunaan AI Harus Jadi Alat Bantu Pengambilan Keputusan Berdampak Langsung bagi Rakyat

Penggunaan AI Harus Jadi Alat Bantu Pengambilan Keputusan Berdampak Langsung bagi Rakyat

"Perubahan ekosistem ini membawa peluang besar bagi efisiensi ruang redaksi, di mana AI mampu melakukan tugas berat seperti analisis ribuan dokumen, transkripsi, hingga pengolahan data publik secara instan," paparnya.

 

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menambahkan, integrasi teknologi ini melahirkan konsep smart journalism, sebuah evolusi praktik jurnalistik yang menggabungkan kekuatan riset, data, dan kecerdasan buatan.

Dengan pendekatan tersebut, jurnalis diharapkan tidak hanya sekadar melaporkan peristiwa, tetapi mampu menyajikan pengetahuan kompleks yang lebih mudah dicerna oleh publik. Namun, di balik efisiensi tersebut, ia memperingatkan, ada ancaman serius berupa disinformasi dan konten manipulatif seperti deepfake. Teknologi ini mampu menciptakan audio-visual sangat realistis yang berpotensi besar disalahgunakan untuk penipuan atau manipulasi opini publik. 

Selain itu, kecepatan arus informasi digital sering kali menjebak media dalam perlombaan menjadi yang tercepat, yang sayangnya kerap mengorbankan akurasi sebagai pilar utama produk jurnalistik. "AI dapat membantu mempercepat proses kerja, namun integritas nurani dan tanggung jawab moral tetap tidak bisa didelegasikan kepada algoritma," pandangnya. (mh/rdn)

Berita terkait

Andreas Hugo: Akal Imitasi Harus Jadi Alat, Bukan Pengganti Manusia
Politik dan Keamanan
Andreas Hugo: Akal Imitasi Harus Jadi Alat, Bukan Pengganti Manusia
Penggunaan AI Harus Jadi Alat Bantu Pengambilan Keputusan Berdampak Langsung bagi Rakyat
Politik dan Keamanan
Penggunaan AI Harus Jadi Alat Bantu Pengambilan Keputusan Berdampak Langsung bagi Rakyat
Komisi II Tegaskan Sirekap Hanya Alat Bantu
Isu Lainnya
Komisi II Tegaskan Sirekap Hanya Alat Bantu
Tags:#Komisi X
Sebelumnya

Harga Minyak Naik akibat Perang Timur Tengah, Indonesia Butuh UU HPI Lindungi Kontrak Internasional

Selanjutnya

Pembatasan Penggunaan AI Instan dan Medsos bagi Anak di Bawah Umur Langkah Progresif Lindungi Generasi Muda

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(942)
  • Industri dan Pembangunan(3351)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3355)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4089)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|RAPBN 2027|RUU HPI|Perguruan Tinggi|AMDK|PTN|YTR|Kesehatan|Transportasi|Bencana|TKD|Anggaran|Pendidikan
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 86%
Angin: 2 km/h