E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Ketergantungan Impor Masih Tinggi, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Susu Nasional

Diterbitkan
Jumat, 6 Feb 2026 09.41 WIB
Bagikan:
Ketergantungan Impor Masih Tinggi, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Susu Nasional

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, usai melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). Foto: Ysm/Karisma.

PARLEMENTARIA, Cikarang — Masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan dan produksi susu nasional menjadi perhatian serius DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menilai kondisi tersebut mencerminkan tantangan sekaligus peluang bagi penguatan industri susu nasional. 

“Permintaannya dengan produksinya masih ada gap tinggi. Sisi lain juga ada tantangan raw material ini diproduksi dan tempat produksinya itu,” ujar Chusnunia usai melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). Adapun rata-rata konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 16,6 liter per kapita per tahun, jauh tertinggal dari standar Food and Agriculture Organization (FAO) sebesar 30 liter per kapita per tahun. 

Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan sejumlah negara ASEAN, seperti Malaysia yang mencapai 50,9 liter, Singapura 46,1 liter, dan Vietnam 20,1 liter per kapita per tahun. Rendahnya konsumsi dan produksi tersebut berdampak pada tingginya ketergantungan impor, di mana sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Di sisi hulu, populasi sapi perah nasional tercatat sekitar 541 ribu ekor dengan tingkat produktivitas rata-rata 10–15 liter per ekor per hari, jauh di bawah standar global yang berada di kisaran 25–30 liter per ekor per hari, berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, industri pengolahan susu nasional juga menghadapi berbagai tantangan struktural, mulai dari keterbatasan pasokan susu segar dalam negeri, ketergantungan pada bahan baku impor, fluktuasi harga global, hingga produktivitas peternak sapi perah rakyat yang masih perlu ditingkatkan.

Meski demikian, legislator ini menilai situasi tersebut sekaligus menghadirkan peluang strategis. Kesenjangan antara permintaan dan produksi susu nasional dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas lapangan kerja, khususnya bagi peternak. Ia menjelaskan bahwa sapi perah umumnya dapat berproduksi optimal di suhu 15–16 derajat Celsius, sementara wilayah bersuhu dingin di Indonesia masih terbatas. 

Namun, muncul harapan dengan adanya pengembangan sapi perah yang dapat dibudidayakan di dataran rendah, seiring rencana pemerintah mendatangkan jenis sapi yang lebih adaptif terhadap iklim tropis.

Chusnunia menegaskan pentingnya pemberdayaan peternak lokal agar mampu berproduksi secara profesional dan memenuhi standar industri. Menurutnya, pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, perlu memberikan pendidikan dan edukasi berkelanjutan kepada peternak, termasuk pendampingan teknis dan dukungan peralatan. 

Hal tersebut dinilai krusial agar kualitas susu yang dihasilkan peternak rakyat dapat sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan. Ia menambahkan, isu penguatan industri susu nasional akan menjadi perhatian Komisi VII dalam menjalankan fungsi pengawasan. 

Chusnunia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri agar pengembangan industri susu nasional berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan peternak dalam negeri. •ysm/aha

Berita terkait

Farmasi Terjepit Impor, Komisi VII Minta Pemerintah Bangun Industri Bahan Baku Obat
Industri dan Pembangunan
Farmasi Terjepit Impor, Komisi VII Minta Pemerintah Bangun Industri Bahan Baku Obat
Komisi VII Dorong Pembentukan Kawasan Industri Film Nasional
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dorong Pembentukan Kawasan Industri Film Nasional
Kunjungi BSD City, Komisi VII Dorong Tata Kelola Kawasan Industri Berkelanjutan dan Berdaya Saing
Industri dan Pembangunan
Kunjungi BSD City, Komisi VII Dorong Tata Kelola Kawasan Industri Berkelanjutan dan Berdaya Saing
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Komisi VII Dorong PIK 2 Sediakan Layanan ‘Free Tour’ Bagi Penumpang Transit Bandara

Selanjutnya

UU Bukan Sekadar Formalitas, Komisi VI Tekankan Perlindungan Produk Budaya dari Impor Ilegal

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h