E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Diklat Industri Sistem Ganda Dapat Tekan Kesenjangan Kompetensi

Diterbitkan
Jumat, 6 Feb 2026 12.05 WIB
Bagikan:
Diklat Industri Sistem Ganda Dapat Tekan Kesenjangan Kompetensi

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Balai Diklat Industri (BDI) Medan di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/2/2026). Foto:.

PARLEMENTARIA, Medan — Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong perluasan model pendidikan dan pelatihan industri berbasis sistem ganda (dual system) untuk menjawab kesenjangan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri. Khususnya, di daerah yang memiliki kawasan industri namun belum didukung lembaga diklat vokasi yang memadai.

Ia juga menyoroti konsep dan skema pelatihan di Balai Diklat Industri yang dinilainya sudah berjalan baik, terutama karena berbasis kebutuhan langsung perusahaan. Hendry pun menilai durasi pelatihan, pola rekrutmen peserta, hingga keterlibatan industri dalam sertifikasi sudah cukup baik.

Tercatat, program pelatihan industri umumnya berlangsung sekitar 12–16 hari secara intensif dengan sistem penuh waktu, dan satu angkatan diikuti sekitar 25–32 peserta. Program tersebut, menurutnya, menjadi contoh konkret link and match antara pelatihan dan kebutuhan industri. “Konsep dual system ini sudah tepat, karena pelatihan berbasis kebutuhan industri dan melibatkan praktisi langsung. Tapi skalanya masih terbatas,” ujar Hendry dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Balai Diklat Industri (BDI) Medan di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/2/2026).

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan model pelatihan berbasis industri mampu mengurangi persoalan mismatch antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Berdasarkan paparan yang diterimanya dalam berbagai kunjungan kawasan industri, Hendry menyebut mismatch kompetensi masih tinggi dan menjadi kendala rekrutmen tenaga kerja.

Menurutnya, terdapat temuan di lapangan yang menunjukkan lebih dari separuh kebutuhan keterampilan industri belum sepenuhnya terpenuhi oleh lulusan pendidikan formal, bahkan sebagian perusahaan mengalami kesulitan dalam proses rekrutmen tenaga terampil.

Oleh sebab itu, ia mendorong agar model pelatihan seperti yang dijalankan BDI diperluas ke lebih banyak daerah, terutama provinsi dengan aktivitas industri yang terus tumbuh namun belum memiliki pusat diklat industri berbasis standar global. Secara khusus, dirinya juga menekankan pengembangan fasilitas pendidikan dan pelatihan vokasi industri di Provinsi Riau ditingkatkan secara berkala. 

Sebab itu, berharap diusahakan lantaran adanya paradoks kawasan industri berkembang tetapi belum ditopang lembaga pelatihan kompetensi industri yang memadai. Menutup pernyataan, melalui Komisi VII, dirinya akan membawa aspirasi tersebut dalam pembahasan lanjutan dengan mitra kementerian agar pengembangan SDM industri lebih merata dan langsung menjawab kebutuhan daerah industri baru.

“Di beberapa daerah kawasan industri sudah didukung pendidikan dan pelatihan berbasis standar industri global, pengajar dari praktisi, dan jalur penyaluran langsung ke industri tapi di Riau belum ada. Ini yang perlu kita dorong,” pungkas Politisi Fraksi PKS itu. •um/aha

Berita terkait

Verrel Bramasta: Pemanfaatan AI Dapat Tekan Food Loss dan Food Waste Nasional
Politik dan Keamanan
Verrel Bramasta: Pemanfaatan AI Dapat Tekan Food Loss dan Food Waste Nasional
Ekonomi Kreatif Dapat Tekan Angka Kemiskinan Kabupaten Boyolali
Kesejahteraan Rakyat
Ekonomi Kreatif Dapat Tekan Angka Kemiskinan Kabupaten Boyolali
Revisi UU PSDN Perlu Libatkan Industri Nasional Dukung Sistem Pertahanan
Politik dan Keamanan
Revisi UU PSDN Perlu Libatkan Industri Nasional Dukung Sistem Pertahanan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Beri Taring Pengawas Persaingan Usaha, Panja Komisi VI DPR Perkuat Wewenang KPPU

Selanjutnya

Darmadi Dorong Regulasi Anti Monopoli: Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h