E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Pengendalian Penyakit Katastropik Kunci Tekan Defisit BPJS

Diterbitkan
Selasa, 3 Feb 2026 11.39 WIB
Bagikan:
Pengendalian Penyakit Katastropik Kunci Tekan Defisit BPJS

Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat, dalam Rapat Uji Kelayakan dan Kepatutan terhadap Calon Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Dan Ketenagakerjaan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi IX DPR RI kembali mendalami kapasitas dan gagasan calon Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dalam Rapat Uji Kelayakan dan Kepatutan. Salah satu isu krusial yang mengemuka adalah persoalan defisit keuangan BPJS Kesehatan yang dinilai masih menjadi beban serius dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2024, defisit BPJS Kesehatan tercatat mencapai Rp9,56 triliun. Menurutnya, defisit tersebut dipicu oleh beban jaminan kesehatan yang jauh lebih besar dibandingkan pendapatan iuran, diperparah oleh tingginya tunggakan peserta mandiri, masih besarnya jumlah peserta nonaktif, serta lonjakan klaim pascapandemi COVID-19.

“Apa strategi saudara untuk mengatasi defisit yang sangat signifikan ini?” tanya Achmad Ru’yat dalam Rapat Uji Kelayakan dan Kepatutan terhadap Calon Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Dan Ketenagakerjaan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Tak hanya soal keuangan, Achmad juga menyoroti terkait penyakit katastropik seperti stroke, penyakit jantung, hemofilia, dan gagal ginjal yang beresiko tinggi di Indonesia. Selain itu juga menyinggung praktik layanan kesehatan di lapangan, di mana pasien kerap dipulangkan sebelum benar-benar sembuh dan harus kembali menjalani rujukan ulang, meski aturan mengamanatkan pasien ditangani hingga tuntas.

“Sebagai calon Dewas, apa yang akan Saudara lakukan agar pasien betul-betul ditangani sampai sembuh, serta bagaimana koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menurunkan penyakit katastropik ini?” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Hermawan Saputra selaku calon Dewas BPJS Kesehatan Unsur tokoh masyarakat menegaskan bahwa tantangan utama terletak pada ketimpangan kemampuan fiskal daerah. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, lebih dari 60 persen memiliki kapasitas APBD yang terbatas untuk menanggung beban penyakit, meskipun secara kepesertaan sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC) di atas 98 persen.

“UHC tidak sama dengan kemampuan pembiayaan. UHC adalah wujud komitmen dan afirmasi pemerintah terhadap kebutuhan kesehatan rakyatnya,” jelas Hermawan.

Ia menilai, kunci pengendalian defisit dan pembiayaan penyakit katastropik terletak pada kemampuan daerah mengidentifikasi risiko beban penyakit warganya. Dengan pemetaan risiko yang baik, pemerintah daerah dapat mengukur secara lebih akurat kemampuan APBD dalam membayar iuran, khususnya bagi segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU).

Hermawan juga menekankan pentingnya optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai pintu masuk pengendalian pembiayaan jangka panjang. Menurutnya, CKG tidak boleh berhenti pada aspek seremonial, melainkan harus dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan dan proyeksi beban penyakit hingga lima tahun ke depan.

“Jadi, pintu masuknya sekarang CKG, cek kesehatan gratis saat ini yang dilakukan masif harusnya bukan hanya sekedar seremoni. Dan mungkin para anggota dewan yang terhormat bisa mendorong agar pemimpin di daerah kita betul-betul mampu mengukur beban penyakit dan melakukan forecasting paling tidak lima tahun kedepan terhadap situasi terkini berdasarkan hasil pemeriksaan CKG atau cek kesehatan garis pintu masuknya sudah tepat,” pungkasnya. •gal/um

Berita terkait

Kurniasih Dukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Tekan Penyakit Katastropik
Kesejahteraan Rakyat
Kurniasih Dukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Tekan Penyakit Katastropik
Maju Kembali Jadi Calon Dewas BPJS, Nurhadi Pertanyakan Strategi Indra Yana dalam Pengendalian Defisit
Kesejahteraan Rakyat
Maju Kembali Jadi Calon Dewas BPJS, Nurhadi Pertanyakan Strategi Indra Yana dalam Pengendalian Defisit
Netty Aher Soroti Tantangan Dewas BPJS, Defisit Dana hingga Realisasi KRIS
Kesejahteraan Rakyat
Netty Aher Soroti Tantangan Dewas BPJS, Defisit Dana hingga Realisasi KRIS
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IX
Sebelumnya

Uji Kelayakan dan Kepatutan Dewas BPJS, Legislator Soroti Pembagian Peran Pusat dan Daerah Terkait JKN

Selanjutnya

Komisi I dan Dubes Jerman Sepakat Perkuat Sektor Pertahanan Hingga Pendidikan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI