E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Agung Widiyantoro: Sensus Ekonomi Harus Tangkap Ekonomi Informal Generasi Z

Diterbitkan
Jumat, 30 Jan 2026 15.02 WIB
Bagikan:
Agung Widiyantoro: Sensus Ekonomi Harus Tangkap Ekonomi Informal Generasi Z

Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widiyantoro saat mengikuti agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Kantor Wali Kota Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026). Foto: UM/Mahendra.

PARLEMENTARIA, Surakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widiyantoro, menilai sensus ekonomi menghadapi tantangan besar dalam menjaring aktivitas ekonomi, khususnya di kalangan generasi Z yang banyak bergerak di sektor informal dan tidak tercatat dalam pola kerja konvensional. Hal itu disampaikan Agung saat mengikuti agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Kantor Wali Kota Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).

Ia pun menyoroti kecenderungan anak muda yang lebih memilih pekerjaan informal dengan pola kerja fleksibel dan berbasis jaringan, namun memiliki potensi ekonomi yang besar. “Anak-anak muda sekarang banyak yang masuk ke pekerjaan informal. Tapi mereka punya jangkauan ekonomi. Pertanyaannya, strategi apa yang disiapkan BPS untuk menjaring itu?” kata Agung.

Menurutnya, sensus ekonomi jauh lebih kompleks dibanding sensus penduduk karena harus menggali jenis pekerjaan dan penghasilan yang tidak selalu tampak secara fisik maupun administratif. “Ada pekerjaan yang tidak nampak, tapi penghasilannya bukan ratusan juta, (tapi) bisa miliaran. Ini yang perlu strategi dan pola pertanyaan khusus,” ujarnya.

Dirinya juga menekankan, generasi Z dan milenial kini mendominasi struktur penduduk Indonesia dan memiliki karakter usaha yang unik, termasuk ekonomi digital, jasa informal, dan kegiatan produktif yang tidak tercatat dalam sistem formal. Sebab itu, ia meminta BPS menyusun pertanyaan yang singkat, sederhana, dan relevan dengan cara berpikir anak muda. Pendekatan bahasa, menurutnya, menjadi kunci agar responden bersedia memberikan data secara jujur.

“Mereka punya cara komunikasi sendiri. Kalau bahasanya terlalu formal, datanya bisa hilang,” katanya.

Ia turut mengingatkan agar pendekatan BPS, termasuk penggunaan maskot dan kampanye sensus, tidak menimbulkan persepsi bahwa pendataan ekonomi berkaitan dengan kepentingan pajak. “Jangan sampai muncul kesan BPS ini sama dengan pajak. Kalau sudah begitu, mereka bisa langsung menghindar,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Agung menilai, tanpa pendekatan yang tepat terhadap generasi Z, banyak aktivitas ekonomi informal berisiko tidak tercatat, sehingga hasil sensus tidak mencerminkan kondisi riil perekonomian nasional. “Yang tidak kelihatan itu bisa hilang. Padahal ini ekonomi yang nyata dan besar,” tegasnya.

Menutup pernyataan, dirinya berharap sensus ekonomi ke depan mampu menjadi potret pembangunan ekonomi Indonesia secara menyeluruh, termasuk di daerah-daerah yang masih menghadapi kemiskinan ekstrem. “Sensus ekonomi ini harus menghasilkan output yang bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan ekstrem dan pendidikan, tidak hanya di pusat, tapi juga di daerah,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu. •um/rdn

Berita terkait

Sensus Ekonomi 2026 Harus Valid dan Akurat, Jangan Jadi Data Pesanan
Kesejahteraan Rakyat
Sensus Ekonomi 2026 Harus Valid dan Akurat, Jangan Jadi Data Pesanan
Sensus Ekonomi 2026 Harus Faktual, Hindari Manipulasi Data Demi Pencitraan Semata
Kesejahteraan Rakyat
Sensus Ekonomi 2026 Harus Faktual, Hindari Manipulasi Data Demi Pencitraan Semata
Jelang Sensus Ekonomi 2026, Himmatul: Pengawasan dan Keamanan Data Harus Diperhatikan
Kesejahteraan Rakyat
Jelang Sensus Ekonomi 2026, Himmatul: Pengawasan dan Keamanan Data Harus Diperhatikan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Industri Furnitur Nasional Didorong Tingkatkan Produktivitas dan Ekspor

Selanjutnya

Industri Furnitur Dipacu Perkuat Posisi di Tengah Ekspansi Properti

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h