E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
Berita/Politik dan Keamanan

Safaruddin: Sistem Asesmen dan Mutasi Polri Belum Berjalan Maksimal

Diterbitkan
Jumat, 9 Jan 2026 08.56 WIB
Bagikan:
Safaruddin: Sistem Asesmen dan Mutasi Polri Belum Berjalan Maksimal

Anggota Komisi III DPR RI Safaruddin dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan di Gedung Nusantara II, Senayan, Kamis (8/1/2025). Foto : Devi/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI Safaruddin menilai sistem asesmen dan pola mutasi di dalam organisasi Polri masih belum berjalan optimal dan perlu dibenahi secara serius, sebagai bagian dari reformasi internal kepolisian.

Hal itu disampaikannya dalam dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI dan Pengadilan Komisi III DPR dengan Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi beserta Pakar Kriminologi dan Kepolisian Adrianus Eliasta Sembiring Meliala di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia mengatakan, secara sistem, Polri sebenarnya sudah memiliki mekanisme asesmen kompetensi untuk penempatan jabatan, tetapi dalam praktiknya kerap tidak dijalankan secara konsisten. “Di Polri itu sebetulnya sudah ada asesmen di SDM, cuma memang belum maksimal. Kadang-kadang yang diasesmen lain, yang dimutasi lain. Ini saya kira perlu dibenahi lagi sistemnya,” ujar Saparuddin.

Dirinya juga menyoroti masih adanya anggota yang terlalu lama menduduki satu jabatan, meskipun tidak memiliki catatan pelanggaran dan bahkan berprestasi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan, prinsip meritokrasi belum sepenuhnya diterapkan dalam manajemen karier di institusi kepolisian.

“Mutasi itu-itu saja orangnya. Ada yang lima tahun, sembilan tahun tidak mutasi, padahal juga tidak ada pelanggaran dan punya prestasi,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Lebih lanjut, ia menegaskan, pembenahan di bidang sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama jika Polri ingin memperbaiki kinerja dan kepercayaan publik. Dirinya pun menilai, penempatan personel yang tidak sesuai kompetensi berpotensi memicu berbagai persoalan di lapangan, terutama di fungsi-fungsi strategis seperti reserse.

Menurutnya, perubahan kultur kerja di tubuh Polri juga tidak bisa dilepaskan dari pembenahan sistem karier dan penempatan jabatan. Jika sistem internal tidak transparan dan tidak berbasis kinerja, terangnya, upaya reformasi hanya akan berhenti pada tataran wacana.

“Kita harus benahi dari dalam, terutama SDM dan meritokrasinya. Ini penting supaya perubahan kultur itu betul-betul bisa terjadi,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Safaruddin juga menyinggung pentingnya memperkuat pengawasan internal maupun eksternal. Namun, ia menilai, tanpa pembenahan serius pada sistem penempatan personel dan manajemen karier, pengawasan tidak akan berjalan efektif.

Maka dari itu, dirinya berharap, Polri dapat menjalankan sistem asesmen secara konsisten dan menempatkan personel sesuai dengan kompetensi. Harapannya, reformasi internal benar-benar berdampak pada peningkatan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat. •um/rdn

Berita terkait

Mercy Chriesty Dorong Transparansi Rekrutmen Polri dan Sistem Berbasis CAT
Politik dan Keamanan
Mercy Chriesty Dorong Transparansi Rekrutmen Polri dan Sistem Berbasis CAT
Komisi VII: Hilirisasi Timah Belum Bisa Berkembang dan Berjalan Maksimal
Industri dan Pembangunan
Komisi VII: Hilirisasi Timah Belum Bisa Berkembang dan Berjalan Maksimal
Legislator Tekankan Pentingnya Re-Asesmen Jabatan Kapolres dan Reformasi Kultur Polri
Politik dan Keamanan
Legislator Tekankan Pentingnya Re-Asesmen Jabatan Kapolres dan Reformasi Kultur Polri
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi III
Sebelumnya

Perjanjian Kinerja 2026 Kontrak Moral dan Profesional Aparatur

Selanjutnya

Lindungi Anak Indonesia dari Konten Kekerasan, Pengembang Gim Daring Harus Patuhi Hukum Digital

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI