E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi XII: Pengelolaan Energi Nasional Tidak Dapat Dipisahkan dari Tantangan Perubahan Iklim Global

Diterbitkan
Selasa, 16 Des 2025 07.54 WIB
Bagikan:
Komisi XII: Pengelolaan Energi Nasional Tidak Dapat Dipisahkan dari Tantangan Perubahan Iklim Global

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto memimpin pertemuan pada kunker Komisi XII di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (11/12/2025). Foto: Munchen/vel.

PARLEMENTARIA, Mataram — Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan bahwa pengelolaan energi nasional tidak dapat dipisahkan dari tantangan perubahan iklim global serta kebutuhan memperkuat ketahanan energi, terutama di wilayah rawan bencana.

Sugeng mengingatkan bahwa Indonesia telah memiliki komitmen kuat dalam upaya pengurangan emisi sebagaimana tercantum dalam Paris Agreement. Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060 melalui agenda Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menekan kenaikan suhu bumi agar tidak melebihi 2 derajat Celsius sejak era praindustri. Ia menekankan bahwa berbagai fenomena cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini merupakan peringatan nyata atas ancaman perubahan iklim.

“Perubahan iklim itu bukan isu yang jauh. Kita melihat bagaimana hujan ekstrem menghantam Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dalam sepuluh hari turun hujan setara enam bulan. Ini dampak langsung dari naiknya suhu permukaan laut dan terganggunya keseimbangan lingkungan,” ujar Sugeng kepada Parlementaria usai kunjungan kerja reses Komisi XII, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa tekanan terhadap lingkungan sebagian besar berasal dari aktivitas manusia, mulai dari perusakan hutan, pembukaan lahan tanpa perencanaan, hingga pengabaian aspek ekologi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi dan menurunkan daya dukung lingkungan. Karena itu, ia menilai transisi energi menuju BBM yang lebih ramah lingkungan, penggunaan kendaraan listrik, dan konsumsi BBM non-subsidi berkualitas tinggi merupakan langkah penting untuk menekan emisi karbon nasional.

“Kita negara yang sudah berkomitmen untuk menekan emisi karbon. Masyarakat yang mulai beralih ke BBM berkualitas dan kendaraan listrik sangat membantu mengurangi beban emisi. Ini bukan hanya soal energi, tetapi soal masa depan lingkungan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Sugeng juga menyoroti pentingnya ketahanan energi, khususnya di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, bencana besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatera telah mengganggu infrastruktur vital, termasuk jaringan distribusi listrik dan BBM. Ia menegaskan bahwa energi merupakan “urat nadi kehidupan”, sehingga ketika akses energi terganggu, aktivitas masyarakat ikut lumpuh.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan Pertamina dan PLN untuk memastikan energi tetap tersalurkan ke masyarakat di wilayah terdampak.

“Tadi malam saya masih berkomunikasi dengan jajaran Pertamina. Mereka terus bekerja di lapangan agar suplai energi tetap sampai kepada masyarakat,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Sugeng menilai bahwa ke depan Indonesia membutuhkan alat logistik berkapasitas besar yang mampu menjangkau daerah sulit, terutama saat terjadi bencana besar. Salah satunya adalah kebutuhan helikopter Chinook, helikopter berbaling-baling ganda dengan kemampuan angkut besar yang dinilai relevan untuk mempercepat pengiriman logistik energi dan bantuan kemanusiaan di medan sulit.

“Dengan kondisi geografis kita, idealnya Indonesia memiliki helikopter Chinook. Kapasitasnya besar dan mobilitasnya tinggi. Ini sangat strategis untuk operasi kemanusiaan, terutama di daerah yang aksesnya terputus akibat bencana,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi agar pemulihan berlangsung cepat dan akses energi kembali normal.

“Bencana ini membawa duka bagi kita semua. Kami menyampaikan empati dan belasungkawa yang setinggi-tingginya. Yang terpenting sekarang adalah memastikan masyarakat dapat bangkit kembali dengan dukungan energi yang stabil, aman, dan merata,” tutup Sugeng. •mun/rdn

Berita terkait

Komisi XII: Pengelolaan Anggaran ESDM 2025 Terus Tunjukan Perbaikan
Industri dan Pembangunan
Komisi XII: Pengelolaan Anggaran ESDM 2025 Terus Tunjukan Perbaikan
Komisi XII: Pemanfaatan Sampah untuk Energi Dapat Atasi Krisis Sampah Nasional
Industri dan Pembangunan
Komisi XII: Pemanfaatan Sampah untuk Energi Dapat Atasi Krisis Sampah Nasional
RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Tidak Akan Timbulkan Tumpang Tindih Regulasi
Industri dan Pembangunan
RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Tidak Akan Timbulkan Tumpang Tindih Regulasi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XII
Sebelumnya

NTB Wilayah Mobilitas Tinggi, Perlu Pengawasan Hukum dan Imigrasi Lebih Kuat

Selanjutnya

Terima Laporan, Maruli Ungkap Peningkatan Mobilitas WNA Belum Terdata di Kawasan Mandalika

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1057)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4587)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI