E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

APBN 2026 Rentan, Legislator Minta Pemerintah Antisipasi Naik-Turunnya Harga Komoditas

Diterbitkan
Selasa, 9 Des 2025 16.43 WIB
Bagikan:
APBN 2026 Rentan, Legislator Minta Pemerintah Antisipasi Naik-Turunnya Harga Komoditas

Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, saat mengikuti Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan. Foto: Munchen/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta –  Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait desain APBN tahun 2026. Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Keuangan, Anis menyoroti tingginya sensitivitas APBN terhadap fluktuasi harga komoditas, khususnya emas dan batubara, di tengah kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif dengan defisit sebesar 2,68 persen. Menurutnya, ketergantungan pada komoditas yang sangat volatil berpotensi menekan kinerja penerimaan negara bila realisasinya tidak sesuai proyeksi.

Selain itu, Anies juga menyoroti lemahnya estimasi kebutuhan emas nasional untuk ekosistem bullion bank. Ia menilai pemerintah belum menjelaskan kebutuhan riil emas domestik dan gap pasokan yang ingin dipenuhi melalui kebijakan biaya keluar emas. Data itu dinilai sangat penting mengingat pemerintah menjadikan pembentukan ekosistem bullion bank sebagai salah satu alasan penyesuaian kebijakan ekspor emas.

“APBN 2026 sangat sensitif terhadap volatilitas harga komoditas. Kami ingin tahu bagaimana mitigasi fiskal jika penerimaan biaya keluar tidak mencapai target, dan berapa sebenarnya kebutuhan emas nasional untuk bullion bank serta gap pasokannya,” tegas Anis dalam Raker yang digelar di Gedung Nusantara I. Jakarta, Senin (8/12/2025).

Sorotan berikutnya terkait potensi penyelundupan emas setelah biaya keluar diberlakukan. Legislator dari Fraksi PKS ini menilai temuan pola penyembunyian, percampuran, dan salah pemberitahuan antar-pulau yang ditampilkan dalam paparan pemerintah menunjukkan celah besar dalam pengawasan. Karena itu, ia mempertanyakan strategi pengawasan baru yang akan diterapkan agar kebijakan tersebut tidak justru mendorong lonjakan penyelundupan emas.

Ia juga menekankan perlunya jaminan integritas laporan Surveyor yang menjadi dasar penetapan kadar dan volume ekspor emas. Sistem pelaporan ini dinilai rawan manipulasi dan berpotensi merugikan negara bila tidak diawasi secara ketat. Menurutnya, audit independen terhadap laporan Surveyor perlu dipastikan agar kebijakan biaya keluar berjalan efektif dan akuntabel.

“Laporan Surveyor sering menjadi titik rawan manipulasi. Bagaimana Kemenkeu menjamin integritasnya, dan apakah akan ada audit independen untuk memastikan akurasi data ekspor emas?” ujar Anis.

Anies juga mempertanyakan alasan pengenaan biaya keluar batubara di tengah tren harga yang justru melemah sejak 2023 dan diproyeksikan hanya berada pada kisaran 95–100 dolar AS per ton pada 2026. Ia meminta penjelasan terkait justifikasi kebijakan tersebut dan mitigasi risiko terhadap ekspor. •ujm/aha

Berita terkait

Harga Minyakita Naik, BAM Minta Pemerintah Perketat Pengawasan
Kesejahteraan Rakyat
Harga Minyakita Naik, BAM Minta Pemerintah Perketat Pengawasan
Harga Pertamax Naik, Pemerintah Harus Jelaskan Formula dan Dasar Perhitungan secara Transparan
Industri dan Pembangunan
Harga Pertamax Naik, Pemerintah Harus Jelaskan Formula dan Dasar Perhitungan secara Transparan
Okta Kumala Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tutupnya Selat Hormuz terhadap Ekonomi Nasional
Politik dan Keamanan
Okta Kumala Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tutupnya Selat Hormuz terhadap Ekonomi Nasional
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

Cellica Nurrachadiana Dorong Evaluasi Menyeluruh Program MBG di Kabupaten Bandung

Selanjutnya

Raker Monev RB Section 2025 Soroti Pergeseran Paradigma & Penguatan Target Kinerja

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h