E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Safaruddin: Reformasi Penegak Hukum Harus Dimulai dari Pembenahan Kultur!

Diterbitkan
Jumat, 5 Des 2025 14.13 WIB
Bagikan:
Safaruddin: Reformasi Penegak Hukum Harus Dimulai dari Pembenahan Kultur!

Anggota Komisi III DPR RI Safaruddin dalam Rapat Panja Komisi III bersama akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) dan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) untuk membahas Reformasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan,.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI Safaruddin menilai reformasi sistemik di sektor peradilan dan kepolisian harus dimulai dari pembenahan kultur, bukan hanya struktur dan instrumen kelembagaan. Ia menegaskan bahwa sejumlah persoalan, mulai dari karier hakim, independensi Kapolri, hingga praktik transaksional dalam layanan kepolisian, tidak akan selesai tanpa perubahan budaya hukum yang konsisten.

“Tadi disampaikan masalah (bahwa) hakim tidak relevan lagi (menjadi) ASN. Memang berarti itu kan ada kaitannya dengan pembinaan karier hakim, ada kaitannya juga dengan penggajian. Kalau ASN itu kan mulai golongan bawah, naik-naik ke atas. Ketika berganti, berubah, golongannya, gajinya juga akan berubah. Seperti apa sistem yang kira-kira kalau memang kita akan merevisi nanti undang-undang itu,” ujar Safaruddin dalam Rapat Panja Komisi III bersama akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) dan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) untuk membahas Reformasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan, di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (04/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Safaruddin menyoroti persoalan perilaku sebagian hakim yang terseret kasus korupsi dan pelanggaran etik. Menurutnya, banyak penyimpangan terjadi bukan hanya karena celah regulasi, tetapi akibat lemahnya kultur integritas di lembaga peradilan.

“(Tadi) yang banyak disampaikan (adalah) masalah struktural. Tapi (belum dibahas) bagaimana perilaku-perilaku hakim yang selama ini kita dengar, ada penyimpangan-penyimpangan, juga ada yang ditangkap KPK,” papar Safaruddin. Ia menambahkan bahwa perilaku hakim yang menyimpang seperti ini telah menjadi kultur dan perlu dilakukan pembenahan secara serius.

Berpindah ke isu kepolisian, Safaruddin menanggapi paparan Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso yang menyebut bahwa kebijakan Presiden kerap membentuk wajah Polri, termasuk tradisi mantan ajudan Presiden yang berpeluang menjadi Kapolri. Ia menilai kedekatan emosional dapat mempengaruhi independensi institusi. Hal ini, menurutnya, merupakan rumusan yang harus dijawab bersama.

Terkait maraknya penyimpangan di tingkat pelayanan dasar seperti Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) hingga proses lidik dan sidik, Safaruddin menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan masalah kultur yang tidak pernah selesai. Ia menilai reformasi Polri selama ini berjalan maju-mundur karena bergantung pada sikap pimpinan.

“Ketika (pemimpinnya) itu agak tegas, betul-betul memperhatikan pembenahan kultur, (sistemnya) jadi bagus. Setelah ganti lagi pimpinan, berubah lagi, Pak. Ini mungkin perlu mohon pencerahan,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Di akhir paparannya, Safaruddin meminta masukan konkret dari para narasumber mengenai langkah awal dan desain pembenahan kultur aparat penegak hukum agar reformasi sistematis dapat berlangsung konsisten, terukur, dan berkelanjutan. •ecd/rdn

Berita terkait

Legislator Nilai Reformasi Aparat Penegak Hukum Belum Wujudkan Keadilan
Politik dan Keamanan
Legislator Nilai Reformasi Aparat Penegak Hukum Belum Wujudkan Keadilan
Hinca Pandjaitan: Reformasi Pengadilan Harus Dimulai dari Amar Putusan!
Politik dan Keamanan
Hinca Pandjaitan: Reformasi Pengadilan Harus Dimulai dari Amar Putusan!
Bahas Reformasi Aparat Penegak Hukum, Wayan Sudirta Tekankan Penguatan Pengawasan dan Keadilan
Politik dan Keamanan
Bahas Reformasi Aparat Penegak Hukum, Wayan Sudirta Tekankan Penguatan Pengawasan dan Keadilan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi III
Sebelumnya

RUU PSDK Perkuat Kewenangan LPSK Perluas Cakupan Perlindungan

Selanjutnya

Komisi I Dorong Penguatan Lanal Denpasar, Perkuat Keamanan Maritim Bali

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h