E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

1.700 Lubang Tambang di Kaltim Belum Direklamasi, Ancam Potensi Bencana dan Pencemaran Sungai

Diterbitkan
Jumat, 5 Des 2025 09.50 WIB
Bagikan:
1.700 Lubang Tambang di Kaltim Belum Direklamasi, Ancam Potensi Bencana dan Pencemaran Sungai

Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin saat Raker Komisi XII DPR RI bersama Menteri Lingkungan Hidup di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Foto : Mentari/Han.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin menekankan pentingnya mitigasi bencana alam di daerah rawan, terutama di Kalimantan Timur. Syafruddin mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi bencana yang dapat terjadi akibat aktivitas perusahaan-perusahaan pertambangan besar yang beroperasi di wilayah tersebut.

Menurut Syafruddin, kegiatan penambangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar telah menyebabkan penggundulan hutan dan pencemaran sungai. Hal ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan menghilangkan anak-anak sungai yang esensial untuk ekosistem lokal. 

“Kalimantan Timur adalah daerah yang sangat rawan terhadap bencana alam, dan kita perlu tindakan yang serius dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya kepada Parlementaria di sela – sela Raker Komisi XII bersama Menteri Lingkungan Hidup di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Tak hanya mengkhawatirkan dampak lingkungan Syafruddin juga mengingatkan bahwa keberadaan 1.700 lubang tambang yang belum direklamasi di Kalimantan Timur menambah resiko bencana. Dalam konteks ini, ia meminta agar Kementerian Lingkungan Hidup memperketat pemberian dan perpanjangan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) kepada perusahaan-perusahaan pertambangan.

“Perusahaan-perusahaan nakal yang melanggar aturan, termasuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup, harus dikenakan sanksi tegas. Kami akan mendorong penerapan sanksi administratif, penghentian aktivitas, dan pencabutan izin jika diperlukan,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Syafruddin juga mengungkapkan rencananya untuk melakukan kunjungan lapangan saat reses mendatang guna menginventarisasi lubang-lubang tambang yang ada. Ia ingin memastikan siapa saja yang bertanggung jawab atas lubang-lubang tersebut dan memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban mereka.

Dari data yang ada, telah tercatat 51 anak meninggal akibat kecelakaan di lubang tambang. Ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang ada dan perlunya upaya lebih banyak untuk menjaga keselamatan masyarakat. “Sangat memprihatinkan jika kita tidak bertindak lebih cepat,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, Syafruddin bakal menelusuri lebih dalam mengenai dampak aktivitas tambang di Kalimantan Timur dan bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka. “Kami ingin masyarakat tahu perusahaan mana yang patuh dan mana yang melanggar,” katanya.

Syafruddin berharap tindakan yang lebih ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup akan membawa perubahan positif dan mengurangi risiko bencana alam di Kalimantan Timur. “Mitigasi bencana tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak terkait, termasuk masyarakat itu sendiri,” tutupnya. •rnm/rdn

Berita terkait

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya
Politik dan Keamanan
Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya
Bencana Sumatra Jadi Peringatan Serius Cegah Kejadian Serupa di Kaltim
Industri dan Pembangunan
Bencana Sumatra Jadi Peringatan Serius Cegah Kejadian Serupa di Kaltim
Indonesia Miliki Potensi Energi Geotermal Terbesar di Dunia: Optimalkan Potensi dan Edukasi ke Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Indonesia Miliki Potensi Energi Geotermal Terbesar di Dunia: Optimalkan Potensi dan Edukasi ke Masyarakat
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XII
Sebelumnya

Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Firman Soebagyo Dorong Penguatan Kewenangan Kadin

Selanjutnya

Titiek Soeharto Miris Lihat Truk Angkut Kayu Hutan 2 Hari Pasca Banjir Sumatera

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h