E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Bukan Cuaca Ekstrem, Bencana Banjir Bandang Sumatra Terjadi Karena Pengrusakan Hutan

Diterbitkan
Kamis, 4 Des 2025 09.59 WIB
Bagikan:
Bukan Cuaca Ekstrem, Bencana Banjir Bandang Sumatra Terjadi Karena Pengrusakan Hutan

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw. Foto: Arifman/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, menegaskan bahwa bencana banjir besar yang menelan ratusan korban jiwa di Sumatra bukan semata-mata disebabkan cuaca ekstrem, tetapi akibat kerusakan hutan skala besar yang dibiarkan tanpa penindakan. 

“Kalian lihat saja, di banjir yang turun itu berapa banyak kayu gelondongan yang dibawa air. Berarti ada pengrusakan hutan yang masih dilakukan di daerah-daerah itu,” tegas Roberth dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga menolak narasi yang menyebut cuaca ekstrem sebagai penyebab utama, mengingat curah hujan tinggi bukan fenomena baru. “Dulu juga ada hujan lebat tetapi tidak terjadi apa-apa. Kenapa sekarang ada terjadi? Ini alam menunjukkan bahwa ini loh yang dilakukan oleh manusia terhadap alam,” ujarnya.

Roberth juga menyampaikan duka mendalam atas banyaknya korban yang tercatat hingga akhir November. “Kami menyatakan turut berduka atas korban jiwa yang cukup besar. Per 30 November, 442 orang meninggal, 402 hilang,” ungkapnya.

Melihat skala kerusakan dan tingginya korban, Roberth mendesak pemerintah melakukan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga merusak hutan hingga memicu bencana.

“Harus ada penanganan, penindakan hukum dilakukan. Karena ada perusakan hutan besar-besaran dilakukan di sana. Setelah kejadian baru terbuka mata, ternyata ada perusakan hutan yang begitu besar di sana,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah segera mengevaluasi seluruh aktivitas perusahaan kehutanan di wilayah terdampak sebelum muncul korban berikutnya. “Tidak boleh tunggu sampai ada korban jiwa lagi. Masyarakat menjadi korban, menjadi tumbal karena ada perusahaan-perusahaan hutan yang dilakukan,” tutup Roberth. •rdn

Berita terkait

Komisi VIII: Pemerintah Harus Segera Tetapkan Banjir Bandang Sumatra sebagai Bencana Nasional
Kesejahteraan Rakyat
Komisi VIII: Pemerintah Harus Segera Tetapkan Banjir Bandang Sumatra sebagai Bencana Nasional
Sudjatmiko: Banjir Terjadi karena Pengelolaan Siklus Air yang Keliru
Industri dan Pembangunan
Sudjatmiko: Banjir Terjadi karena Pengelolaan Siklus Air yang Keliru
Tindak Tegas 12 Perusahaan Terlibat Banjir Bandang di Sumatra
Industri dan Pembangunan
Tindak Tegas 12 Perusahaan Terlibat Banjir Bandang di Sumatra
Tags:#Berita Utama#Komisi V
Sebelumnya

Komisi IV Dorong Perbaikan Irigasi Tingkatkan Produksi Pertanian Sumsel

Selanjutnya

Pengelolaan Wisata Dieng Perlu Ditata Ulang, BAM Peringatkan Dampaknya ke Masyarakat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h