E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
tambang|industri|Lingkungan Hidup|limbah|Judol|lingkungan|Minerba|pesantren|Piala Dunia|SPMB|PTN|Ekonomi Hijau|Anggaran 2027
Jakarta:
Badai Petir
30°C
Terasa: 36°C
Lembab: 72%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
tambang|industri|Lingkungan Hidup|limbah|Judol|lingkungan|Minerba|pesantren|Piala Dunia|SPMB|PTN|Ekonomi Hijau|Anggaran 2027
Jakarta:
Badai Petir
30°C
Terasa: 36°C
Lembab: 72%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
tambang|industri|Lingkungan Hidup|limbah|Judol|lingkungan|Minerba|pesantren|Piala Dunia|SPMB|PTN|Ekonomi Hijau|Anggaran 2027
Jakarta:
Badai Petir
30°C
Terasa: 36°C
Lembab: 72%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Lindungi 1 Juta Petambak Udang dari Ancaman Blokir Ekspor Amerika, Riyono Bergerak Cepat

Diterbitkan
Jumat, 10 Okt 2025 09.17 WIB
Bagikan:
Lindungi 1 Juta Petambak Udang dari Ancaman Blokir Ekspor Amerika, Riyono Bergerak Cepat

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono. Foto : Dok/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Petambak udang nasional belakangan resah akan masa depan industri perudangan kian memuncak pada Oktober ini. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menetapkan Red Line atau tenggat hingga 31 Oktober 2025 untuk penyelesaian kasus dugaan paparan radiasi Cesium-137 pada salah satu produk udang dari Cikande, Banten dan berpotensi  mengancam keberlangsungan ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat.

Merespon hal itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, menyatakan telah bergerak cepat menindaklanjuti persoalan ini sejak awal mencuat di media. “Begitu kasus ini muncul, saya langsung mengingatkan dan mendorong KKP agar fokus serta bertindak cepat. Dalam Raker APBN 2026 bersama KKP pada September lalu, saya sampaikan langsung agar kasus ini ditangani secara serius karena menyangkut masa depan jutaan pelaku usaha udang nasional,” ujar Riyono dalam rilis yang diterima Parlementaria, Jumat (10/10/2025).

Menurut Riyono, KKP harus segera memastikan keamanan dan kelayakan produk udang Indonesia agar tidak menimbulkan kerugian besar bagi petambak, eksportir, dan industri perikanan nasional. Apalagi, Amerika Serikat merupakan pasar utama yang menyerap hampir 70 persen produksi nasional,

“Ekspor udang ke Amerika mencapai 66–70 persen dari total produksi nasional. Jika tidak disikapi cepat, bukan hanya pelaku ekspor yang terpukul, tapi juga para petambak kecil di pantura, Lampung, Sulawesi, dan Kalimantan yang menggantungkan hidup dari budidaya udang,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab langsung, Riyono turun ke lapangan memantau kondisi petambak di kawasan Pantura. Ia bertemu Serikat Petambak Pantura Indonesia (SPPI) di Pemalang untuk mendengar aspirasi serta keluhan mereka.

“Ada sekitar 50 petambak aktif dengan kapasitas produksi 500 ton per bulan. Mereka menyampaikan keresahan karena harga menurun dan ekspor tertahan,” jelasnya.

Pada 2 Oktober 2025, Riyono bersama pengurus SPPI bertemu Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDS) di KKP untuk membahas solusi konkret mulai dari kasus Cikande hingga stabilisasi harga udang di tingkat petambak.

“Ada sekitar satu juta pekerja yang bergantung pada sektor ini. Karena itu, kami di Komisi IV bersama KKP berkomitmen mencari solusi cepat agar usaha perudangan tetap berjalan dan tenaga kerja tidak terdampak,” tambahnya.

Selain pelaku budidaya, Riyono juga menjalin komunikasi dengan kalangan pengusaha udang nasional yang tergabung dalam Shrimp Club Indonesia (SCI). “Pada 7 Oktober malam, saya mengadakan pertemuan daring dengan pengurus pusat SCI untuk membahas kebuntuan ekspor akibat belum adanya Certifying Entity (CE) yang disyaratkan FDA,” ungkap Riyono.

Upaya advokasi tersebut berlanjut dengan pertemuan SCI bersama Dirjen PDS di KKP pada 9 Oktober 2025. “Alhamdulillah, hasil audiensi tersebut membawa kejelasan. Dirjen PDS memastikan bahwa penerbitan Certifying Entity akan dilakukan oleh Badan Mutu KKP. Ini langkah maju agar ekspor udang bisa segera kembali berjalan sebelum tenggat 31 Oktober,” terang Riyono.

Riyono menegaskan akan terus mengawal proses penyelesaian hingga tuntas, baik di tingkat kementerian maupun asosiasi, demi melindungi keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petambak. “Saya akan terus advokasi sampai tuntas. Jangan sampai 1 juta petambak udang menjadi korban kebijakan yang lambat,” pungkasnya. •hal/aha

Berita terkait

Komisi I Desak BSSN Harus Lebih Kuat Lindungi Data dari Ancaman Siber
Politik dan Keamanan
Komisi I Desak BSSN Harus Lebih Kuat Lindungi Data dari Ancaman Siber
Endang Setyawati: Lindungi Keanekaragaman Hayati Indonesia dari Ancaman Pencurian
Industri dan Pembangunan
Endang Setyawati: Lindungi Keanekaragaman Hayati Indonesia dari Ancaman Pencurian
Maruli Siahaan: LPSK Harus Bisa Lindungi Keluarga Diplomat Arya Daru dari Ancaman Teror
Politik dan Keamanan
Maruli Siahaan: LPSK Harus Bisa Lindungi Keluarga Diplomat Arya Daru dari Ancaman Teror
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

PDO Parlemen Gelar Aksi Sosial: 500 Paket Kasih untuk Ojol & Masyarakat Sekitar DPR RI

Selanjutnya

Reformasi Perbukuan Nasional: Dari Subsidi, Pajak hingga Honor Penulis

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(923)
  • Industri dan Pembangunan(3313)
  • Isu Lainnya(1021)
  • Kesejahteraan Rakyat(3317)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4043)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
tambang|industri|Lingkungan Hidup|limbah|Judol|lingkungan|Minerba|pesantren|Piala Dunia|SPMB|PTN|Ekonomi Hijau|Anggaran 2027
Jakarta:
Badai Petir
30°C
Terasa: 36°C
Lembab: 72%
Angin: 9 km/h