E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Proyek LNG di Bali Harus Libatkan Masyarakat dan Dukung UMKM

Diterbitkan
Selasa, 12 Agu 2025 10.06 WIB
Bagikan:
Proyek LNG di Bali Harus Libatkan Masyarakat dan Dukung UMKM
PARLEMENTARIA, Bali – Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja reses ke Provinsi Bali, Senin (11/8/2025), untuk meninjau infrastruktur energi strategis, termasuk proyek Floating Storage Regasification Unit (FSRU) LNG yang tengah dikembangkan di wilayah Benoa. Proyek ini diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Bali.

Anggota Komisi XII DPR RI, Beniyanto, menegaskan bahwa strategi pengembangan LNG merupakan langkah tepat untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di Bali. “Khususnya di Bali ini, kalau kita melihat bahwa hanya pasokan listrik saja, itu hampir 100 ribu rumah tangga. Belum lagi kebutuhan untuk mendukung industri pariwisata. Strategi floating gas ini adalah langkah terbaik,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Bali memiliki beban puncak listrik 950–1.000 MW dan diproyeksikan menembus 2.000 MW dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, Indonesia secara nasional masih memiliki surplus gas alam, namun untuk LPG masih mengandalkan impor. Menurut Beniyanto, kondisi ini menjadi peluang bagi Pertamina untuk memperluas distribusi gas ke daerah yang belum memiliki akses langsung.

Meski mendukung pengembangan LNG, Beniyanto mengingatkan bahwa hambatan terbesar proyek infrastruktur di daerah biasanya bersumber dari persoalan sosial. “Yang paling terpenting adalah setiap proyek yang ada di daerah itu kendalanya masalah sosial, karena tidak pernah melibatkan masyarakat, tidak ada sosialisasi manfaat, dan CSR terhadap masyarakat setempat jarang dilakukan,” tegasnya.

Ia mencontohkan, keterlibatan masyarakat lokal sangat penting agar proyek tidak memicu resistensi sosial. “Kalau proyek ini mau sukses, pikirkan bagaimana caranya menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa proyek ini bermanfaat dan mereka ikut merasakan manfaatnya. CSR harus jelas, bukan sekadar bantuan sementara, tapi berkelanjutan,” kata Beniyanto.

Politisi dari Fraksi Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM lokal di sekitar proyek. “Buatkan CSR UMKM yang berkelanjutan. Jangan cuma bagi sesaat, habis itu selesai. UMKM-UMKM yang terdampak perlu dibina agar bisa hidup dan berkembang,” ujarnya.

Selain aspek sosial dan ekonomi, Beniyanto menegaskan pentingnya pengawasan lingkungan, mengingat lokasi proyek berdekatan dengan kawasan mangrove yang menjadi daya tarik wisata. “Pengawasan lingkungan hidup harus ketat. Mangrove ini bisa menjadi wisata yang baik kalau dikelola dengan benar,” tambahnya.

Dengan kapasitas regasifikasi FSRU LNG yang direncanakan mencapai 250 MMSCFD pada 2028, proyek ini diharapkan mampu mendukung pasokan energi bersih hingga 2035. Namun, Beniyanto mengingatkan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari sisi teknis dan bisnis, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat lokal. •ssb/aha

Berita terkait

LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN Antara Harus Gencarkan Pemberitaan BIH dan Desa Wisata Bali
Industri dan Pembangunan
LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN Antara Harus Gencarkan Pemberitaan BIH dan Desa Wisata Bali
Iman Adinugraha: Anak Muda dan Pelaku UMKM di Sukabumi Harus Melek Digital
Industri dan Pembangunan
Iman Adinugraha: Anak Muda dan Pelaku UMKM di Sukabumi Harus Melek Digital
Konten LGBT di Netflix dan Pornografi di Twitter Resahkan Masyarakat, Komdigi Harus Tegas!
Politik dan Keamanan
Konten LGBT di Netflix dan Pornografi di Twitter Resahkan Masyarakat, Komdigi Harus Tegas!
Tags:#Berita Utama#Komisi XII
Sebelumnya

Komisi IX Desak Pemerintah Hentikan Ketimpangan Dukungan Kesehatan dan Ketenagakerjaan di Gorontalo

Selanjutnya

Konversi Sawit Bermasalah ke Tanaman Polonia di Kawasan Mangrove

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h