E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi VII: Distributor Perfilman Harus Berpihak pada Produk Animasi Lokal

Diterbitkan
Senin, 28 Jul 2025 10.10 WIB
Bagikan:
Komisi VII: Distributor Perfilman Harus Berpihak pada Produk Animasi Lokal
PARLEMENTARIA, Surakarta — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menyoroti rendahnya dukungan dari distributor perfilman terhadap karya animasi lokal. Dalam kunjungan kerja reses ke Studio Animasi Manimonki di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (26/7/2025), Rahayu menegaskan bahwa distribusi merupakan salah satu mata rantai penting yang menentukan hidup matinya industri animasi di Indonesia.

Menurutnya, meskipun kualitas karya animator dalam negeri tidak kalah dengan produksi luar negeri, banyak dari karya-karya tersebut gagal menjangkau penonton karena minimnya akses tayang di bioskop dan media nasional.

“Banyak karya anak bangsa yang luar biasa, namun tidak mendapat ruang di layar bioskop atau televisi karena tidak ada keberpihakan dari distributor. Padahal, ini adalah bagian penting dari ekosistem kreatif,” ujar Rahayu.

Ia menyebut bahwa saat ini pelaku industri animasi masih berjuang sendiri dalam menghadapi tantangan distribusi, tanpa dukungan yang kuat dari sistem dan regulasi nasional. Dalam hal ini, Rahayu menekankan pentingnya intervensi pemerintah untuk mengatur dan menumbuhkan keberpihakan terhadap konten lokal.

“Negara harus hadir, tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Perlu kebijakan afirmatif agar konten animasi lokal tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” tambah Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Rahayu juga mengusulkan skema kebijakan seperti kuota tayang film lokal di bioskop dan media, mirip dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor industri lain. Menurutnya, langkah ini dapat memberikan ruang yang lebih adil bagi pelaku animasi Indonesia untuk tumbuh dan berkembang di pasar nasional.

Ia menyadari bahwa sektor distribusi, seperti bioskop dan media swasta, beroperasi berdasarkan logika bisnis. Namun, negara tetap memiliki peran strategis dalam menciptakan regulasi dan insentif yang dapat mendorong kemajuan industri kreatif nasional tanpa membebani pelaku usaha.

“Kita tidak bisa memaksa pelaku usaha swasta, tapi kita bisa mendorong pemerintah untuk menetapkan kebijakan yang adil, misalnya lewat peraturan menteri. Tujuannya bukan membatasi, tapi memberi ruang bagi kreativitas lokal agar tidak terkubur,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, Rahayu menegaskan komitmen Komisi VII DPR RI untuk terus mengawal isu-isu strategis di sektor ekonomi kreatif, termasuk mendorong terbentuknya ekosistem distribusi yang lebih inklusif dan nasionalis bagi industri animasi Indonesia. •uf/rdn

Berita terkait

Komisi XII Tegaskan Tambang Rakyat Harus Berpihak pada Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Komisi XII Tegaskan Tambang Rakyat Harus Berpihak pada Masyarakat
Rieke Diah Pitaloka: Penegakan Hukum Harus Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak
Politik dan Keamanan
Rieke Diah Pitaloka: Penegakan Hukum Harus Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak
Pastikan Keandalan PLN Jelang Pemilu, Komisi VII: Harus Melek, Gak Boleh Kedip
Industri dan Pembangunan
Pastikan Keandalan PLN Jelang Pemilu, Komisi VII: Harus Melek, Gak Boleh Kedip
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Komisi VIII Dukung Pendidikan Gratis bagi Warga Miskin Ekstrem

Selanjutnya

Komisi VI Harap Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Korsel Sentuh Sektor UMKM Melalui Koperasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h