E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Populer

Legislator Dorong Kebijakan Pendidikan Gratis yang Berkeadilan

Diterbitkan
Jumat, 11 Jul 2025 11.08 WIB
Bagikan:
Legislator Dorong Kebijakan Pendidikan Gratis yang Berkeadilan
PARLEMENTARIA, Yogyakarta – Anggota BAM DPR RI Slamet Ariyadi menyampaikan bahwa BAM DPR RI menemukan sejumlah persoalan krusial terkait rencana pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis. Ia menyoroti kekhususan wilayah DIY yang memiliki karakteristik pendidikan unik, yakni tingginya dominasi sekolah swasta dan pesantren sebagai penyelenggara pendidikan dasar.

Hal ini terungkap usai BAM DPR RI melakukan pertemuan dengan pemerintah provinsi dan seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka menyerap aspirasi dan mengidentifikasi kesiapan implementasi kebijakan pendidikan dasar dan menengah gratis, pada Senin (7/7/2025). “Di DIY ini lebih dominan minatnya masyarakat itu menyekolahkan anaknya itu di lembaga swasta yang memang kapasitas daya tampungnya lebih besar, 50% lebih besar,” ujar Slamet.

Lebih jauh, Slamet menyoroti bahwa tidak semua swasta identik dengan komersialisasi pendidikan. Banyak di antaranya yang dikelola oleh yayasan, lembaga sosial, bahkan pesantren yang berbasis keagamaan dan selama ini menjadi penopang utama pendidikan anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. “Selain itu, kami juga menyoroti persoalan pesantren. Karena pesantren ini mayoritas dikelola oleh swasta. Sehingga kami minta tidak ada diskriminasi berkaitan dengan adanya kebijakan biaya pendidikan yang sifatnya gratis atas turunan dari putusan MK tersebut” katanya.

Slamet menyampaikan kekhawatirannya jika pemerintah pusat tidak segera menyusun regulasi turunan dari putusan MK tersebut. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah baik di level provinsi maupun kabupaten/kota masih menunggu petunjuk teknis dan regulasi yang jelas sebagai dasar tindakan. “Siap tidak siap mereka harus siap. Mereka tinggal menunggu aturan secara teknis di internal Pemda DIY tersendiri untuk menyinkronkan dengan pemerintah kabupaten kota” tambahnya.

Oleh karena itu, Slamet menekankan pentingnya pemerintah daerah, khususnya Pemda DIY hingga tingkat kabupaten/kota, segera menyusun kebijakan turunan dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pendidikan gratis. Pihaknya menilai, kebijakan lanjutan tersebut harus bersifat intervensi yang mampu menyinkronkan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelaksanaannya tidak menimbulkan kesenjangan di lapangan.

“Kami berharap kepada pemerintah DIY khususnya juga sampai tingkat kabupaten kota, ada kebijakan formulasi yang menjadi turunan adanya putusan MK ini yang menjadi kebijakan yang sifatnya intervensi yang menyinkronkan regulasi. Sehingga antara sekolah SD, antara sekolah negeri ataupun swasta tidak ada disparitas dalam persoalan biaya,” tegasnya. •nap/aha

Berita terkait

Purnamasidi Tekankan Pentingnya Satu Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan
Kesejahteraan Rakyat
Purnamasidi Tekankan Pentingnya Satu Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan
Fathi: Kenaikan PPN Harus Diimbangi dengan Kebijakan yang Berkeadilan
Populer
Fathi: Kenaikan PPN Harus Diimbangi dengan Kebijakan yang Berkeadilan
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Tembakau yang Lindungi Ekonomi Rakyat
Industri dan Pembangunan
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Tembakau yang Lindungi Ekonomi Rakyat
Sebelumnya

Keterbatasan Anggaran tidak Boleh Turunkan Semangat KKP Berpihak bagi Masyarakat Kecil

Selanjutnya

Komisi II Apresiasi Kinerja BPN Kabupaten Bandung dalam Optimalisasi PNBP Sektor Pertanahan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h