E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Tingginya Beban Biaya Produksi Ikan Patin Pengaruhi Akses Protein Murah bagi Rakyat

Diterbitkan
Jumat, 20 Jun 2025 20.25 WIB
Bagikan:
Tingginya Beban Biaya Produksi Ikan Patin Pengaruhi Akses Protein Murah bagi Rakyat
PARLEMENTARIA, Kampar – Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, menyoroti persoalan serius yang dihadapi para peternak ikan patin di Kampung Masjid, Pekanbaru, Riau. Dalam kunjungan kerja Komisi IV yang diikuti olehnya, Ketut menemukan bahwa para petani ikan patin dibebani oleh tingginya biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga jual di pasaran.

“Harga jual ikan patin hanya sekitar Rp17.000 per kilogram, sementara biaya pakan menyerap hingga 70 persen dari total ongkos produksi. Ini jelas menyulitkan peternak untuk mendapatkan keuntungan,” ujar Ketut kepada Parlementaria di Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (19/6/2025).

Ketut menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi di Riau, tetapi hampir merata di seluruh Indonesia. Tingginya harga bahan baku pakan ikan dan sulitnya proses penjualan saat panen menjadi dua hambatan utama yang membuat banyak peternak terancam gulung tikar.

“Kami mendorong agar pemerintah segera turun tangan. Perlu ada skema subsidi untuk bahan baku pakan atau kebijakan lain yang dapat menekan biaya produksi. Jika tidak ditangani, para peternak ini akan mati perlahan,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Ia juga menyoroti ketimpangan pasar saat panen, di mana ikan dari sungai sering membanjiri pasar saat musim banjir dan menurunkan harga jual ikan budidaya.

“Persaingan makin berat, apalagi peternak ikan darat ini masih harus menanggung ongkos produksi. Sedangkan ikan dari sungai yang datang secara alami tidak menanggung biaya tersebut. Harus ada kebijakan pasar yang berpihak,” tambah Ketut.

Selain itu, bantuan alat produksi pakan yang selama ini diberikan menurutnya masih belum cukup. Petani hanya bisa memproduksi pakan dalam jumlah terbatas dan tidak berkelanjutan karena terkendala bahan baku.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah langkah konkret. Pemerintah tidak bisa terus menunda. Ini bukan hanya soal ekonomi peternak, tapi juga soal ketahanan pangan nasional dan akses protein murah bagi rakyat,” tutupnya. •rdn

Berita terkait

Kementan Harus Waspada Lonjakan Biaya Produksi Pengaruhi Kesejahteraan Petani
Populer
Kementan Harus Waspada Lonjakan Biaya Produksi Pengaruhi Kesejahteraan Petani
Mufti Anam Desak Pertamina Berbenah, Tekankan Pentingnya Energi Murah dan Berkualitas bagi Rakyat
Industri dan Pembangunan
Mufti Anam Desak Pertamina Berbenah, Tekankan Pentingnya Energi Murah dan Berkualitas bagi Rakyat
Komisi V Kawal Efisiensi Logistik dan Perbaikan Irigasi Demi Tekan Biaya Produksi Pangan
Industri dan Pembangunan
Komisi V Kawal Efisiensi Logistik dan Perbaikan Irigasi Demi Tekan Biaya Produksi Pangan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Investasi Pariwisata Kecil, Dampak Ekonominya Bisa Puluhan Kali Lipat

Selanjutnya

Sesuaikan dengan Kebutuhan Gen Z, Program Parlemen Remaja Raih Penghargaan IDEAS 2025

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h