E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Tingginya Beban Biaya Produksi Ikan Patin Pengaruhi Akses Protein Murah bagi Rakyat

Diterbitkan
Jumat, 20 Jun 2025 20.25 WIB
Bagikan:
Tingginya Beban Biaya Produksi Ikan Patin Pengaruhi Akses Protein Murah bagi Rakyat
PARLEMENTARIA, Kampar – Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, menyoroti persoalan serius yang dihadapi para peternak ikan patin di Kampung Masjid, Pekanbaru, Riau. Dalam kunjungan kerja Komisi IV yang diikuti olehnya, Ketut menemukan bahwa para petani ikan patin dibebani oleh tingginya biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga jual di pasaran.

“Harga jual ikan patin hanya sekitar Rp17.000 per kilogram, sementara biaya pakan menyerap hingga 70 persen dari total ongkos produksi. Ini jelas menyulitkan peternak untuk mendapatkan keuntungan,” ujar Ketut kepada Parlementaria di Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (19/6/2025).

Ketut menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi di Riau, tetapi hampir merata di seluruh Indonesia. Tingginya harga bahan baku pakan ikan dan sulitnya proses penjualan saat panen menjadi dua hambatan utama yang membuat banyak peternak terancam gulung tikar.

“Kami mendorong agar pemerintah segera turun tangan. Perlu ada skema subsidi untuk bahan baku pakan atau kebijakan lain yang dapat menekan biaya produksi. Jika tidak ditangani, para peternak ini akan mati perlahan,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Ia juga menyoroti ketimpangan pasar saat panen, di mana ikan dari sungai sering membanjiri pasar saat musim banjir dan menurunkan harga jual ikan budidaya.

“Persaingan makin berat, apalagi peternak ikan darat ini masih harus menanggung ongkos produksi. Sedangkan ikan dari sungai yang datang secara alami tidak menanggung biaya tersebut. Harus ada kebijakan pasar yang berpihak,” tambah Ketut.

Selain itu, bantuan alat produksi pakan yang selama ini diberikan menurutnya masih belum cukup. Petani hanya bisa memproduksi pakan dalam jumlah terbatas dan tidak berkelanjutan karena terkendala bahan baku.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah langkah konkret. Pemerintah tidak bisa terus menunda. Ini bukan hanya soal ekonomi peternak, tapi juga soal ketahanan pangan nasional dan akses protein murah bagi rakyat,” tutupnya. •rdn

Berita terkait

Kementan Harus Waspada Lonjakan Biaya Produksi Pengaruhi Kesejahteraan Petani
Populer
Kementan Harus Waspada Lonjakan Biaya Produksi Pengaruhi Kesejahteraan Petani
Mufti Anam Desak Pertamina Berbenah, Tekankan Pentingnya Energi Murah dan Berkualitas bagi Rakyat
Industri dan Pembangunan
Mufti Anam Desak Pertamina Berbenah, Tekankan Pentingnya Energi Murah dan Berkualitas bagi Rakyat
Rumitnya Perizinan dan Tingginya Biaya Energi Penghambat Daya Saing Industri Tekstil
Industri dan Pembangunan
Rumitnya Perizinan dan Tingginya Biaya Energi Penghambat Daya Saing Industri Tekstil
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Investasi Pariwisata Kecil, Dampak Ekonominya Bisa Puluhan Kali Lipat

Selanjutnya

Sesuaikan dengan Kebutuhan Gen Z, Program Parlemen Remaja Raih Penghargaan IDEAS 2025

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1057)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4587)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h