E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Terjadi Penembakan Brutal di Tempat Hiburan Malam, Pemda Harus Evaluasi Sistem Keamanan

Diterbitkan
Senin, 12 Mei 2025 13.37 WIB
Bagikan:
Terjadi Penembakan Brutal di Tempat Hiburan Malam, Pemda Harus Evaluasi Sistem Keamanan
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyoroti kasus penembakan brutal yang menewaskan seorang pengunjung di salah satu tempat hiburan malam di Samarinda, Kalimantan Timur. Ia menilai, peristiwa berdarah ini menjadi salah satu bukti longgarnya pengawasan keamanan di tempat-tempat hiburan malam. 

“Tentunya peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam, bagaimana pengawasan keamanan di tempat hiburan sangat longgar. Harusnya ada pengawasan ketat, apalagi di tempat-tempat hiburan malam yang rawan terjadinya tindak kriminalitas,” kata Abdullah dalam keterangan rilisnya yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Seperti diketahui, penembakan terjadi di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, Kaltim, pada Minggu (4/5) sekitar pukul 04.30 WITA. Peristiwa tersebut menewaskan seorang pengunjung berinisial D (34) dengan 5 luka tembak.

Abdullah meminta pihak kepolisian menjalankan tugasnya dengan baik dalam memastikan stabilitas keamanan di setiap wilayah. Ia juga meminta Pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengevaluasi sistem pengawasan serta keamanan di setiap tempat hiburan malam.

Jika tak ada evaluasi dan perbaikan, Abdullah khawatir aksi premanisme dan penggunaan senjata ilegal mengancam keselamatan masyarakat.

“Kejadian ini sangat mengganggu rasa aman warga. Fakta bahwa pelaku dapat membawa dan menggunakan senjata api di dalam area tempat hiburan adalah bentuk kelalaian serius yang tidak boleh dibiarkan. Negara tidak boleh kalah dengan aksi-aksi premanisme. Apalagi ini terjadi di ruang publik. Seharusnya bisa diawasi secara ketat,” sambung Abdullah.

Informasi terkini, sembilan pelaku penembakan dan pembunuhan itu telah dibekuk jajaran Satreskim Polresta Samarinda dan Jatanras Polda Kaltim dalam waktu 1X24 jam. Senjata api (senpi) yang digunakan pelaku ditemukan dikubur di area perkebunan wilayah Samarinda Seberang.

Dari hasil pemeriksaan sementara para pelaku, terungkap motif kasus pembunuhan berencana tersebut dipicu dendam lama antara para pelaku dengan korban. Pembunuhan itu pun diduga kuat terkait peredaran sabu. 

Atas perbuatannya, sembilan pelaku dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut.

Politisi Fraksi PKB ini pun kembali mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri dan Polri, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keamanan dan perizinan tempat hiburan malam. 

“Tempat hiburan malam tidak boleh menjadi ladang subur bagi kejahatan, peredaran senjata ilegal, dan aksi anarkis. Harus ada sistem penertiban dan pengawasan berkala yang melibatkan kepolisian setempat dan pemerintah daerah,” imbuh Legislator dari Dapil Jawa Tengah VI itu. 

Abdullah juga mengingatkan pentingnya meminta pertanggungjawaban dari pihak manajemen Tempat Hiburan Malam (THM) yang menjadi lokasi kejahatan.

“Penanggung jawab usaha THM juga tidak bisa lepas tangan. Mereka wajib menjamin bahwa lokasi usaha mereka tidak menimbulkan keresahan publik,” ungkapnya.

Meski berfungsi sebagai sarana rekreasi, Abdullah menekankan bahwa THM tidak boleh mengorbankan ketenangan dan ketertiban masyarakat sekitar. Menurutnya, setiap THM harus tunduk pada regulasi yang mewajibkan adanya standar keamanan minimum, sistem pemantauan, dan koordinasi aktif dengan aparat keamanan lokal.

“Pemilik dan pengelola tempat hiburan malam harus memastikan lingkungan usaha mereka tidak mengancam ketenangan masyarakat sekitar. Di sinilah, fungsi pengawasan dan penegakan hukum menjadi penting. Jika tidak, masyarakat akan kehilangan rasa percaya terhadap hukum, khususnya aparat keamanan,” imbuhnya.

Abdullah mendorong adanya regulasi yang lebih jelas dan tegas, termasuk revisi peraturan daerah. Atau bisa dengan mengevaluasi izin operasional THM yang membahayakan masyarakat. 

“Pemangku kebijakan jangan ragu menindak tegas pelaku maupun pemilik usaha yang lalai terhadap kewajiban menjaga keamanan tempat hiburan malam. Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya,” papar Abdullah.

Menurutnya evaluasi harus dilakukan sekarang juga, mulai dari aspek perizinan, sistem keamanan internal, hingga pengawasan eksternal oleh aparat. “Tempat hiburan malam boleh hidup, tapi jangan sampai jadi tempat mati bagi warganya,” pungkasnya. •gal/rdn

Berita terkait

Balita Meninggal di Lokasi Pembangunan, Pemda Harus Evaluasi Seluruh Proyek!
Politik dan Keamanan
Balita Meninggal di Lokasi Pembangunan, Pemda Harus Evaluasi Seluruh Proyek!
Pemberian HPL Harus di Evaluasi untuk Indonesia yang Lebih Maju
Politik dan Keamanan
Pemberian HPL Harus di Evaluasi untuk Indonesia yang Lebih Maju
Komisi X Terima Keluhan Tingginya Pajak Hiburan Malam di Sulsel
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Terima Keluhan Tingginya Pajak Hiburan Malam di Sulsel
Tags:#Berita Utama#Komisi III
Sebelumnya

Legislator Soroti Beban Ganda Petugas Kesehatan Haji

Selanjutnya

Komisi X Dorong Revisi UU Sisdiknas untuk Pendidikan yang Lebih Inklusif & Terintegrasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h