E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Kementerian Ekraf Harus Siapkan Agenda Lebih Besar untuk Lindungi Industri Kreatif

Diterbitkan
Jumat, 9 Mei 2025 14.20 WIB
Bagikan:
Kementerian Ekraf Harus Siapkan Agenda Lebih Besar untuk Lindungi Industri Kreatif
PARLEMENTARIA, Jakarta – Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kreatif di Indonesia, Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, mendesak Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan dan perlindungan karya-karya kreatif anak bangsa. Hal itu ia sampaikan dalam keterangan resminya kepada Parlementaria, di Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menekankan pentingnya negara hadir sebagai fasilitator utama dalam ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari publishing musik, buku, film, gim hingga karya digital para konten kreator.

“Selama ini semua publishing karya kreatif dikelola oleh swasta. Lalu, di mana peran negara?
Sudahkah kita memiliki lembaga publishing digital nasional? Setidaknya ini perlu dipikirkan serius agar berdampak lebih luas untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Perempuan yang pernah membintangi film Buya Hamka itu menyebut bahwa permasalahan ini bukan sekadar hal teknis, tapi mencerminkan absennya kerangka regulasi yang berpihak pada ekosistem kreatif. Pemerintah, menurutnya juga masih lemah dalam berkontribusi melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) terhadap pendapatan negara. Ia membandingkan Indonesia dengan negara lain. 

“Amerika bisa mendapat Rp15 triliun dari pengelolaan hak cipta, Jepang Rp2 triliun. Indonesia? Hanya Rp120 miliar. Padahal karya kreatif kita luar biasa banyak. Lalu kemana aliran ekonomi kreatif ini? Sudahkah LMK kita bekerja secara maksimal? Ini harus jadi perhatian serius,” paparnya.

Legislator Dapil Jawa Timur VII itu berharap agar Kementerian Ekraf tidak hanya menjadi institusi pendukung kegiatan-kegiatan seremonial, tetapi mampu menyiapkan grand design industri kreatif nasional yang berdampak luas baik dari segi perlindungan hukum, pemasaran digital, hingga integrasi industri kreatif dengan sistem ekonomi nasional.

“Ini bukan semata tentang perlindungan hak cipta. Dan cukuplah diamnya negara. Jangan hanya mendukung satu kelompok saja, namun bagaimana mengedepankan perlindungan kepada semua pihak. Ini tentang keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Ia pun menegaskan jika Komisi VII DPR RI akan terus mengawal peran Kementerian Ekraf agar mampu menjadi penggerak utama ekonomi kreatif yang berkeadilan, inklusif, dan berpihak pada pelaku industri dalam negeri. •bia/rdn

Berita terkait

Komisi VII Dorong Dukungan Nyata Pemerintah untuk Industri Kreatif di Studio Alam Gamplong
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dorong Dukungan Nyata Pemerintah untuk Industri Kreatif di Studio Alam Gamplong
Potensi Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja, Negara Harus Hadir Perkuat Industri Ekonomi Kreatif
Kesejahteraan Rakyat
Potensi Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja, Negara Harus Hadir Perkuat Industri Ekonomi Kreatif
Novita Hardini: Industri Semen Harus Lebih Agresif Serap Produksi Nasional
Industri dan Pembangunan
Novita Hardini: Industri Semen Harus Lebih Agresif Serap Produksi Nasional
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Layanan Kesehatan Hak Dasar Rakyat, Bukan Komoditas Ekonomi

Selanjutnya

Tujuh Juta Orang Nganggur, Puan: Pemerintah Harus Beri Perhatian Serius

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h