E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Otoritas Fiskal-Moneter Harus Intens Berkoordinasi Guna Atasi Pelemahan Daya Beli

Diterbitkan
Rabu, 16 Apr 2025 14.49 WIB
Bagikan:
Otoritas Fiskal-Moneter Harus Intens Berkoordinasi Guna Atasi Pelemahan Daya Beli
PARLEMENTARIA, Semarang – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dakhiri, menyoroti daya beli masyarakat Indonesia yang menunjukkan pelemahan, termasuk di Jawa Tengah. Hal itu menjadi paradoks di saat kondisi makro ekonomi dan nilai tukar rupiah yang terpantau stabil. Hanif pun meminta adanya langkah konkret dan koordinasi yang lebih erat antara otoritas fiskal dan moneter untuk mengatasi tantangan tersebut.

“Namun juga ada realitas khususnya di Jawa Tengah ya, bahwa daya beli masyarakat kita juga melemah.  Sehingga ini harus juga diintervensi dari banyak sisi,” ucapnya saat memimpin Rapat bersama Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/4/2025).

Ia menuturkan meskipun inflasi Jawa Tengah terkendali di angka 0,75 persen year-on-year (yoy) dan nilai tukar rupiah per 14 April 2025 berada di kisaran level Rp16.790, Hanif melihat bahwa kondisi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan masyarakat.

“Stabilitas makro sudah baik, tapi realitanya, daya beli masyarakat masih melemah,” ujar Politisi Fraksi PKB ini.

Menurutnya, stabilitas nilai tukar rupiah tidak serta merta meningkatkan daya beli masyarakat. Hanif menilai bahwa stagnasi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, yang hanya dari 4,97 persen menjadi 4,95 persen (yoy), menjadi indikasi bahwa keseimbangan antara sektor keuangan dan ekonomi riil belum sepenuhnya tercapai.

“Dalam situasi seperti ini, masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah paling terdampak karena kemampuan konsumsi mereka terus menurun,” jelas Mantan Menteri Tenaga Kerja ini.

Legislator Senayan itu secara khusus menyebut peran Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sebagai otoritas moneter dan fiskal perlu bekerja lebih sinergis dalam memberi stimulus yang dapat mendorong penguatan daya beli masyarakat. Meskipun BI Jawa Tengah aktif dalam mendorong UMKM dan memperluas penggunaan sistem pembayaran digital (QRIS) yang telah mencapai 7,7 juta pengguna, Hanif menegaskan pentingnya langkah lanjutan yang menyentuh langsung daya beli masyarakat.

“Nah, karena itu kita dorong agar BI juga melakukan penguatan untuk daerah, baik di provinsi maupun kabupaten dan kota, juga mendorong sektor-sektor produktif ini untuk bisa lebih dioptimalkan. Misalnya industrialisasi, industri lokal, kemudian efisiensi dari rantai pasok dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dalam hal ini, pihaknya mendorong penurunan suku bunga agar pertumbuhan kredit dapat meningkat dan likuiditas masyarakat bertambah. Saat ini, pertumbuhan kredit nasional berada di sekitar 10,5 persen. Selain itu, ia mendesak agar program-program stimulus pemerintah segera dijalankan untuk mendorong konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama penggerak ekonomi.

“Oleh karena itu kita mendorong agar otoritas fiskal maupun moneter juga berkoordinasi lebih intensif untuk memastikan agar daya beli masyarakat ini bisa naik. Program-program pemerintah harus segera dijalankan sehingga ekonomi bisa muter karena stimulus dari pemerintah ini kan sangat penting bagi pergerakan ekonomi yang ada di bawah,” urainya.

Menurut Hanif, tindakan harus segera dilakukan. Ia berharap koordinasi antara BI dan kementerian terkait bisa lebih responsif dalam menghadapi tantangan daya beli di tengah stabilitas makro yang sudah tercipta. “Program pemerintah harus dipercepat, karena stimulus sangat penting untuk memutar roda ekonomi, terutama di tingkat bawah,” tegasnya. •srw/rdn

Berita terkait

Penentuan Tarif Tiket Pesawat Harus Perhatikan Daya Beli Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Penentuan Tarif Tiket Pesawat Harus Perhatikan Daya Beli Masyarakat
Harga Minyak Meroket, Nasim Khan: Pemerintah Harus Lindungi Daya Beli Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Harga Minyak Meroket, Nasim Khan: Pemerintah Harus Lindungi Daya Beli Masyarakat
UMP 2026 Diprotes Buruh, Edy Wuryanto Ingatkan Upah Layak dan Daya Beli Pekerja Harus Jadi Acuan
Kesejahteraan Rakyat
UMP 2026 Diprotes Buruh, Edy Wuryanto Ingatkan Upah Layak dan Daya Beli Pekerja Harus Jadi Acuan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

Hadirkan Ketimpangan, Tutik Kusuma Wardhani Protes BPJS Kesehatan Dapat Digunakan Warga Asing

Selanjutnya

Komisi V: Infrastruktur Kalimantan Tengah Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h