E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Kolaborasi untuk Tangani TPPO, Perlu Pendekatan Luar Biasa

Diterbitkan
Jumat, 11 Apr 2025 18.51 WIB
Bagikan:
Kolaborasi untuk Tangani TPPO, Perlu Pendekatan Luar Biasa
PARLEMENTARIA, Padang – Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang semakin kompleks. Menurutnya, penanganan TPPO tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh aktor dari hulu hingga hilir.

“TPPO ini tidak bisa ditangani hanya di hulu atau hilir saja, tapi harus melibatkan semua pihak,” ujar Willy kepada Parlementaria usai memimpin rapat Kunjungan Kerja Masa Reses Komisi XIII DPR RI di Padang, Sumatera Barat, Rabu (9/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa peran Direktorat Jenderal Imigrasi hanya berada di bagian akhir dari proses. Oleh karena itu, tahapan-tahapan sebelumnya perlu diawasi secara ketat dan selektif. Salah satu tantangan utama, menurutnya, adalah banyaknya “cover story” atau alasan palsu yang digunakan pelaku untuk mengelabui petugas.

“Kalau sudah di imigrasi, itu sudah di ujung. Proses sebelumnya yang harus kita awasi secara ketat karena banyak sekali alasan-alasan palsu yang digunakan untuk menyamarkan tindakan perdagangan orang,” jelasnya.

Legislator dari Dapil Jawa Timur ini juga mendorong agar sistem imigrasi memperkuat basis data dan analisis terhadap motif keberangkatan Warga Negara Indonesia (WNI) ke luar negeri.

“Kami di Komisi XIII DPR RI yang bermitra dengan Ditjen Imigrasi benar-benar meminta agar database diperkuat, termasuk analisis motif keberangkatan WNI. Ini penting untuk mempermudah pemantauan,” tambahnya.

Willy juga menyoroti titik rawan perdagangan orang yang terjadi ketika WNI berangkat ke luar negeri secara ilegal, khususnya melalui jalur tidak resmi atau “jalur tikus”. Ia menyebut kondisi ini membutuhkan pendekatan luar biasa (extra ordinary).

“Yang paling rawan itu ketika WNI berangkat secara ilegal melalui jalur tikus. Ini perlu pendekatan yang tidak biasa—pendekatan luar biasa,” tegas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi seluruh elemen, termasuk dari tingkat desa. Ia menilai pentingnya memperluas program desa binaan sadar imigrasi dengan dukungan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

“Mulai dari tingkat desa sampai ke imigrasi, perlu kolaborasi. Desa binaan sadar imigrasi harus diperluas, tentu dengan dukungan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Harapannya, warga negara kita tidak lagi menjadi korban TPPO,” tutupnya. •aas/aha

Berita terkait

Perlu Pendekatan Preventif Untuk Meredam Kenakalan Remaja
Kesejahteraan Rakyat
Perlu Pendekatan Preventif Untuk Meredam Kenakalan Remaja
Hadapi Sederet Masalah, Fikri Faqih Puji Kesabaran Luar Biasa Jemaah Haji Indonesia
Kesejahteraan Rakyat
Hadapi Sederet Masalah, Fikri Faqih Puji Kesabaran Luar Biasa Jemaah Haji Indonesia
Banten Jadi ‘Neraka Narkotika’, Perlu Pendekatan Lebih dari Sekadar Penghukuman
Politik dan Keamanan
Banten Jadi ‘Neraka Narkotika’, Perlu Pendekatan Lebih dari Sekadar Penghukuman
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XIII
Sebelumnya

Rinto Ingatkan Pemberian Amnesti Harus Sesuai Kriteria Pemerintah Pusat

Selanjutnya

Usulan Penghapusan SKCK, Willy Aditya: Langkah Progresif Dukung Reintegrasi Sosial

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h