E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Legislator Komisi II Pastikan Tindak Lanjut Kasus Pertanahan

Diterbitkan
Kamis, 6 Mar 2025 19.23 WIB
Bagikan:
Legislator Komisi II Pastikan Tindak Lanjut Kasus Pertanahan
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI, Edi Oloan Pasaribu, memastikan bahwa DPR akan menindaklanjuti dan mencari solusi atas berbagai aduan masyarakat terkait kasus mafia tanah, perampasan hak atas tanah, hingga penerbitan sertifikat ganda yang merugikan masyarakat.

“Penting untuk ditindaklanjuti agar keluhan masyarakat terkait mafia tanah, penerbitan sertifikat ganda, dan permasalahan lain semakin berkurang, bukan justru bertambah. Forum seperti ini menjadi momentum penting untuk menyelesaikan permasalahan pertanahan secara sistematis,” ujar Edi dalam keterangan tertulisnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Edi menegaskan bahwa permasalahan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) memiliki pola yang sama, meski skalanya berbeda-beda di tiap daerah. Ia menyoroti bahwa banyak konflik agraria yang berujung pada keterlibatan oknum BPN, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

“Kalau ada konflik agraria, pasti langsung terlintas di benak saya bahwa BPN bermasalah. Saya tidak ingin berprasangka buruk, tetapi dari berbagai pengaduan yang saya terima, jelas ada permasalahan serius di dalam tubuh BPN. Kasus-kasus ini terus bermunculan karena tidak ada ketegasan dalam penerapan sanksi pidana terhadap oknum BPN yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Edi menyoroti praktik maladministrasi yang seharusnya dapat dipidana. Ia mencontohkan bahwa di Singapura, jika lembaga negara menetapkan sebidang tanah milik seseorang secara keliru dan kalah dalam gugatan, negara wajib memberikan ganti rugi kepada pemilik yang sah.

“Negara seharusnya hadir untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum. Namun, di Indonesia, sering terjadi kasus satu bidang tanah dimiliki dua pihak dengan sertifikat berbeda, lalu BPN justru meminta keduanya berperkara di pengadilan. Seharusnya, BPN terlebih dahulu memverifikasi fakta dan menetapkan kepemilikan secara benar, bukan malah membiarkan masyarakat bertarung di pengadilan,” kritiknya.

Ia juga mengungkapkan keresahannya terkait kasus-kasus pertanahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, di mana banyak lahan mengalami pembebasan bermasalah. Meskipun masyarakat telah memenangkan gugatan, BPN justru mengajukan banding ke pengadilan tinggi, yang semakin memperumit persoalan.

“Saya bingung dengan pola ini. Jika ada konflik agraria di masyarakat, BPN harus memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikannya. Saya yakin Presiden Prabowo Subianto tidak akan mentolerir praktik mafia tanah yang merugikan rakyat dan negara,” tegas politisi Fraksi PAN tersebut.

RDP dan RDPU Komisi II DPR RI turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Banten, Kakanwil BPN Jawa Timur, Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kabupaten Tangerang, Kakantah Kabupaten Serang, Kakantah Kabupaten Sumenep, serta sejumlah organisasi masyarakat seperti Forum Tanah Air, Tim Advokasi Perlawanan terhadap Oligarki Properti Perampasan Tanah Rakyat, dan Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. •aha

Berita terkait

Terjun ke Sumbar, Komisi II Pastikan Progres Pemulihan Pascabencana Berjalan Cepat
Politik dan Keamanan
Terjun ke Sumbar, Komisi II Pastikan Progres Pemulihan Pascabencana Berjalan Cepat
Komisi XIII ‘Gercep’ Tindak Lanjut Aduan Masyarakat terkait Kasus Anak
Politik dan Keamanan
Komisi XIII ‘Gercep’ Tindak Lanjut Aduan Masyarakat terkait Kasus Anak
Komisi II Ungkap 287 Aduan Pertanahan, Mafia Tanah Masih Jadi Ancaman Serius Negara
Politik dan Keamanan
Komisi II Ungkap 287 Aduan Pertanahan, Mafia Tanah Masih Jadi Ancaman Serius Negara
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi II
Sebelumnya

Pemangkasan Anggaran Kemenag Ganggu Pelayanan Haji dan Pendidikan Madrasah

Selanjutnya

Pemerintah Diminta Tekan Perusahaan, Hindari Kepailitan Sepihak

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h