E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
literasi|NTT|RUU Penyiaran|karhutla|Kalimantan|ATR/BPN|Masyarakat|Anggaran|huntara|RUU Profesi Kurator|KIP Kuliah|Transmigrasi|DTSEN
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 64%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
literasi|NTT|RUU Penyiaran|karhutla|Kalimantan|ATR/BPN|Masyarakat|Anggaran|huntara|RUU Profesi Kurator|KIP Kuliah|Transmigrasi|DTSEN
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 64%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
literasi|NTT|RUU Penyiaran|karhutla|Kalimantan|ATR/BPN|Masyarakat|Anggaran|huntara|RUU Profesi Kurator|KIP Kuliah|Transmigrasi|DTSEN
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 64%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Bandingkan Jumlah Pekerja Formal dengan Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Legislator: Masih Ada Selisih

Diterbitkan
Selasa, 29 Okt 2024 09.44 WIB
Bagikan:
Bandingkan Jumlah Pekerja Formal dengan Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Legislator: Masih Ada Selisih

Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Pengawas dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2024). Foto.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni, menyoroti sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Pengawas dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2024).

Salah satu poin penting yang diangkatnya adalah terkait dengan disparitas antara jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan jumlah pekerja formal. Meskipun terjadi peningkatan pesat jumlah peserta, namun masih terdapat gap yang signifikan.

“Pekerja formal hari ini 53 juta sedangkan Bapak dari mulai pekerja formal kemudian informal kemudian dari pekerja luar negeri hanya di posisi sekitar 40 juta. Masih ada gap (selisih). Kenapa pekerja formal ini menjadi fokus karena rasanya itu akan sangat mudah untuk dilakukan kepesertaan, mereka kan berada di satu Perusahaan,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga menyoroti permasalahan terkait dengan Sistem Informasi Pelaporan Perusahaan (SIPP) yang dapat berdampak negatif bagi pekerja yang mengalami PHK. Menurutnya, mekanisme non-aktifasi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui SIPP yang dilakukan secara otomatis setelah adanya PHK sangat berisiko.

Untuk itu, Ia mengusulkan agar BPJS Ketenagakerjaan mengadopsi mekanisme yang serupa dengan BPJS Kesehatan, di mana penonaktifan peserta baru dilakukan setelah ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa pekerja tersebut benar-benar telah di-PHK.

“Seorang pekerja yang ter-PHK tiba-tiba mengalami kecelakaan, padahal pekerja formal. Mereka itu (pekerja formal) tingkat ketaatan iuran yang paling tinggi. Puluhan tahun Ia mengiur hanya karena di PHK sepihak oleh Perusahaan saat kecelakaan tidak dapat ter-cover,” jelasnya.

Selain itu, Ia juga menyoroti masalah perlindungan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi korban tindak pidana. Ia menyayangkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan belum memberikan perlindungan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja atau tindak pidana di luar lingkungan kerja.

“Harapan saya, BPJS Ketenagakerjaan dapat terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan sistem agar seluruh pekerja, terutama pekerja formal, dapat terlindungi secara optimal,” pungkas Legislator dapil Jawa Barat VII itu. •gal/aha

Berita terkait

Vita Ervina Usulkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Ditanggung Negara
Kesejahteraan Rakyat
Vita Ervina Usulkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Ditanggung Negara
Baru Jangkau 24 Persen Angkatan Kerja, Muazzim Akbar Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di NTB
Kesejahteraan Rakyat
Baru Jangkau 24 Persen Angkatan Kerja, Muazzim Akbar Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di NTB
Netty Aher Dorong Kebijakan BPJS Ketenagakerjaan Lebih Sensitif terhadap Pekerja Perempuan
Kesejahteraan Rakyat
Netty Aher Dorong Kebijakan BPJS Ketenagakerjaan Lebih Sensitif terhadap Pekerja Perempuan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IX
Sebelumnya

Komisi IX Terima Audiensi KTKI Bahas Polemik Rekrutmen Keanggotaan Konsil Kedokteran Indonesia

Selanjutnya

Evaluasi Penyelenggaraan Haji 1445 H, Komisi VIII Tuntut Pengawasan Lebih Ketat dan Transparan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1086)
  • Industri dan Pembangunan(3779)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3798)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4640)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
literasi|NTT|RUU Penyiaran|karhutla|Kalimantan|ATR/BPN|Masyarakat|Anggaran|huntara|RUU Profesi Kurator|KIP Kuliah|Transmigrasi|DTSEN
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 64%
Angin: 9 km/h