E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Hetifah Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif untuk Difabel

Diterbitkan
Kamis, 22 Agu 2024 10.58 WIB
Bagikan:
Hetifah Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif untuk Difabel

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Foto : Dok/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Meskipun sudah ada kerangka hukum seperti Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, implementasinya di lapangan masih menemui banyak tantangan, terutama terkait infrastruktur dan persepsi masyarakat. 

“Berdasarkan data, hanya sekitar 0,2% dari perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki pusat layanan disabilitas. Ini menunjukkan masih jauhnya perjalanan untuk mencapai inklusivitas dalam pendidikan tinggi,” jelas Hetifah dalam rilis yang diterima Parlementaria, Rabu (21/08/2024). 

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, banyak perguruan tinggi yang belum menyediakan fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas, seperti jalur khusus untuk pengguna kursi roda dan alat bantu belajar yang sesuai. 

Selain itu, stigma sosial terhadap difabel juga menjadi hambatan signifikan. Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa difabel tidak perlu atau tidak mampu mengejar pendidikan tinggi. Hetifah menilai persepsi ini sangat merugikan dan merampas hak mereka untuk berkembang. 

Komisi X, di bawah kepemimpinan Hetifah, berkomitmen untuk mendukung pendidikan inklusif bagi difabel. “Kami mendorong pemerintah untuk menyediakan pendanaan khusus, termasuk beasiswa dan subsidi fasilitas pendukung, serta melindungi difabel dari diskriminasi di pendidikan tinggi,” tegasnya. 

Hetifah juga menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antar lembaga pemerintah, peningkatan sumber daya, serta pelatihan tenaga pengajar agar lebih kompeten dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus. Ia juga menyoroti perlunya sosialisasi dan kampanye publik untuk mengubah pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif. 

Mengakhiri pernyataannya, Hetifah mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif. “Keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa difabel yang diterima, tetapi juga dari dukungan yang mereka dapatkan untuk mencapai potensi penuh mereka,” tutupnya. •rnm/aha

Berita terkait

Lestari Moerdijat Dorong Peningkatan Keterampilan Guru untuk Wujudkan Pendidikan Inklusif
Kesejahteraan Rakyat
Lestari Moerdijat Dorong Peningkatan Keterampilan Guru untuk Wujudkan Pendidikan Inklusif
Konferensi PUIC: Parlemen Gambia Tekankan Pentingnya Pendidikan Islam dan Keterwakilan Perempuan di Parlemen
Politik dan Keamanan
Konferensi PUIC: Parlemen Gambia Tekankan Pentingnya Pendidikan Islam dan Keterwakilan Perempuan di Parlemen
Pentingnya Pembangunan Inklusif Bagi Pemuda untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Populer
Pentingnya Pembangunan Inklusif Bagi Pemuda untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Baleg DPR: Pembahasan RUU Pilkada Bukan Barang Baru

Selanjutnya

Hendrik Lewerissa Desak Pemerintah Tertibkan Tata Niaga Cengkeh di Maluku

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h