E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Populer

Hendrik Lewerissa Desak Pemerintah Tertibkan Tata Niaga Cengkeh di Maluku

Diterbitkan
Kamis, 22 Agu 2024 11.00 WIB
Bagikan:
Hendrik Lewerissa Desak Pemerintah Tertibkan Tata Niaga Cengkeh di Maluku

Anggota DPR Hendrik Lewerissa dalam rapat Paripurna DPR RI ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 yang digelar pada Selasa (20/8/2024). Foto : Geral/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Dalam rapat Paripurna DPR RI ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 yang digelar pada Selasa (20/8/2024), Hendrik Lewerissa, anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra yang mewakili daerah pemilihan Maluku, menyampaikan interupsi terkait kondisi ekonomi petani cengkeh dan pala di Maluku. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mengatasi harga jual komoditas yang kian merosot. 

Hendrik menyoroti bahwa Maluku, yang pernah menjadi pusat perdagangan dunia pada abad ke-15 hingga ke-17, kini mengalami kemunduran dalam tata niaga rempah-rempah. 

“Maluku yang saya wakili adalah suatu daerah yang dalam perspektif sejarah pada abad ke-15, 16, dan 17 pernah menjadi pusat perdagangan dunia, jadi bukan Genoa atau Venesia di Italia atau Amsterdam di Belanda, tetapi di Maluku,” ujarnya.

Menurutnya, pada masa itu, Maluku dikenal dengan komoditas bernilai ekonomi tinggi, karena hasil hasil tanam cengkeh dan pala. Namun, saat ini para petani cengkeh dan pala di Maluku berada dalam kondisi sulit akibat harga jual yang terus anjlok. 

“Saat ini betapa merananya mereka karena harga jual cengkeh dan pala itu sangat rendah sekali, anjlok dari waktu ke waktu,” tambah Hendrik. 

Sebagai wakil dari Maluku, Hendrik mendesak pemerintah untuk menertibkan tata niaga cengkeh dan tidak hanya mengandalkan mekanisme pasar. Ia menduga adanya praktik oligopoli dan kartel yang tidak sehat yang berdampak pada harga. 

“Kami menduga ada praktek oligopoli dan kartel yang tidak sehat yang dapat melakukan price fixing sehingga bisa menentukan harga seenaknya dan petani menjadi korban,” tegasnya. 

Hendrik meminta agar pemerintah segera turun tangan untuk memastikan keadilan bagi para petani di Maluku. “Pemerintah harus turun tangan menertibkan ini sehingga ada keadilan bagi petani di Maluku, sehingga mereka bisa merasakan manfaat dari 79 tahun Indonesia merdeka,” pungkasnya. •rnm/aha

Berita terkait

Angka Stunting di Maluku Tinggi, Saatnya MBG Diprioritaskan untuk 3T dan Berbasis Sekolah
Kesejahteraan Rakyat
Angka Stunting di Maluku Tinggi, Saatnya MBG Diprioritaskan untuk 3T dan Berbasis Sekolah
Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!
Legislator Komisi VI Desak Perbaikan Tata Niaga Gula, Petani Jangan Jadi Korban
Industri dan Pembangunan
Legislator Komisi VI Desak Perbaikan Tata Niaga Gula, Petani Jangan Jadi Korban
Sebelumnya

Hetifah Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif untuk Difabel

Selanjutnya

NIK Dicatut untuk Pilkada, Junimart: Wajib Lapor ke Polisi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 12 km/h