
Anggota Komisi VIII Nanang Samodra saat mengikuti Kunjungan Spesifik Komisi VIII ke Kantor Kemenhaj Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).|Foto: Fadli/Septamares
PARLEMENTARIA, Depok — Optimalisasi kursi penerbangan yang masih kosong dinilai dapat menjadi salah satu upaya mempercepat keberangkatan jemaah haji di tengah panjangnya masa tunggu. Kursi kosong pada setiap pemberangkatan, menurut Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra, dapat dimanfaatkan untuk jemaah cadangan yang telah siap berangkat.
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu mengatakan masa tunggu keberangkatan haji sangat bergantung pada kuota yang tersedia dari Pemerintah Arab Saudi. Namun, di sisi lain, masih terdapat peluang untuk mengoptimalkan kuota yang telah tersedia melalui pemanfaatan kursi penerbangan yang tidak terisi.
“Sekarang ini setiap pemberangkatan ada saja seat kosong. Kalau dikumpulkan banyak juga, itu juga dioptimalkan,” ujar Nanang saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M di Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, kursi kosong tersebut dapat diberikan kepada jemaah cadangan yang memang telah memenuhi persyaratan dan siap berangkat. Dengan demikian, kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga tidak terbuang.
“Artinya, ada peluang untuk cadangan-cadangan yang memang siap untuk berangkat bagi masyarakat ini supaya bisa mereka mendapatkan tempat mengisi slot-slot yang kosong tadi,” katanya.
Nanang menjelaskan, panjangnya antrean haji tidak terlepas dari keterbatasan kapasitas jemaah yang dapat ditampung di Arab Saudi. Ia menyebut kuota haji secara global berada di kisaran dua juta jemaah per tahun sehingga penambahan kapasitas menjadi tantangan tersendiri.
“Untuk antrean itu tergantung slot yang tersedia di Saudi. Mengapa tergantung di sana? Karena jatah orang haji itu satu tahun paling hanya dua juta,” tuturnya.
Karena itu, menurut Nanang, selain mendorong peningkatan kapasitas di Arab Saudi, optimalisasi penyelenggaraan di dalam negeri juga perlu dilakukan. Salah satunya dengan memastikan tidak ada kursi penerbangan yang kosong ketika keberangkatan jemaah berlangsung.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat keberangkatan jemaah, khususnya mereka yang sudah berada dalam daftar cadangan dan siap menggantikan jemaah yang batal berangkat. (fa/aha)