E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XII|mitigasi|RUU Perampasan Aset|Bencana|Meitri Citra Wardani|Erupsi|Anggaran|Komisi VII|Komisi X|Komisi VIII|karhutla|Komisi IV|Komisi IX
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 39%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XII|mitigasi|RUU Perampasan Aset|Bencana|Meitri Citra Wardani|Erupsi|Anggaran|Komisi VII|Komisi X|Komisi VIII|karhutla|Komisi IV|Komisi IX
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 39%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XII|mitigasi|RUU Perampasan Aset|Bencana|Meitri Citra Wardani|Erupsi|Anggaran|Komisi VII|Komisi X|Komisi VIII|karhutla|Komisi IV|Komisi IX
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 39%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XII|mitigasi|RUU Perampasan Aset|Bencana|Meitri Citra Wardani|Erupsi|Anggaran|Komisi VII|Komisi X|Komisi VIII|karhutla|Komisi IV|Komisi IX
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 39%
Angin: 3 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Tifatul Sembiring : Indonesia Harus Jadi Produsen Kopi Dunia yang Lebih Berdaya Saing.

Diterbitkan
Minggu, 6 Sep 2026 09.35 WIB
Bagikan:
Tifatul Sembiring : Indonesia Harus Jadi Produsen Kopi Dunia yang Lebih Berdaya Saing.

Anggota Komisi VII DPR RI Tifatul Sembiring saat saat berdiskusi dengan CEO PT Santos Jaya Abadi, Semarang.|Foto : Mario/Alma

PARLEMENTARIA, Semarang — Anggota Komisi VII DPR RI Tifatul Sembiring menyoroti masih tingginya impor kopi Indonesia di tengah posisi Indonesia sebagai salah satu negara produsen kopi dunia. Ia mendorong pemerintah memperkuat produksi dalam negeri agar industri kopi mampu meningkatkan ekspor dan menghasilkan devisa lebih besar.

 

Hal itu disampaikan Tifatul saat mengunjungi pabrik kopi Kapal Api di Semarang, Jumat (4/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia mendapat paparan mengenai kapasitas produksi dan distribusi perusahaan. Kapal Api disebut menguasai sekitar 64 persen pasar kopi nasional dengan kapasitas produksi mencapai 500 ton per hari.

Lihat Juga :

Kajian Bank Dunia Terkait Kemiskinan Indonesia Harus Jadi Bahan Evaluasi

Kajian Bank Dunia Terkait Kemiskinan Indonesia Harus Jadi Bahan Evaluasi

Pemilu 2024 Harus Jadi Pelajaran untuk Demokrasi yang Lebih Baik

Pemilu 2024 Harus Jadi Pelajaran untuk Demokrasi yang Lebih Baik

 

Menurut Politisi Fraksi PKS ini, skala industri tersebut menunjukkan besarnya dampak ekonomi sektor kopi. Rantai industri kopi tidak hanya mencakup proses produksi, tetapi juga melibatkan petani, pekerja, distribusi, perdagangan, hingga berbagai usaha pendukung.

 

“Efek ekonominya besar. Karena yang bergerak bukan hanya pabrik, tetapi juga petani, pekerja, distribusi, perdagangan, dan usaha-usaha pendukung lainnya,” ujar Tifatul.

 

Ia mendorong industri besar meningkatkan penyerapan bahan baku dari masyarakat. Kebutuhan gula aren dan brown sugar, misalnya, dinilai dapat menjadi peluang bagi petani dan pelaku usaha lokal. Sementara untuk kebutuhan gula rafinasi, Tifatul menekankan pentingnya pemenuhan sesuai ketentuan dan kriteria yang berlaku.

 

Selain bahan baku, Tifatul menyoroti ketergantungan industri terhadap teknologi impor. Menurutnya, mesin produksi berskala besar masih banyak didatangkan dari luar negeri. Karena itu, pemerintah perlu mendorong pengembangan teknologi dan mesin pengolahan kopi berkapasitas kecil yang dapat dimanfaatkan industri rumahan dan pelaku usaha mikro.

 

“Bagaimana kita bisa membuat mesin-mesin skala kecil, skala masyarakat, industri rumahan,” kata Tifatul.

 

Menurutnya, penguatan teknologi tepat guna penting agar industri kopi skala kecil di berbagai daerah dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya. Tantangan mereka saat ini tidak hanya pada produksi, tetapi juga kemasan dan akses pasar.

 

Tifatul mencontohkan kopi Sipirok di Sumatera Utara yang memiliki potensi pasar meski masih diproduksi dengan fasilitas sederhana. Ia meminta pemerintah memberikan pendampingan agar produk kopi daerah mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

 

“Jangan hanya berkutat di sekitar Medan dan sekitarnya. Mereka perlu dibimbing packaging-nya, pasarnya, market-nya,” ujarnya.

 

Legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara I itu menilai Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat melalui keragaman kopi dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Toraja, hingga Bali. Perbedaan karakter rasa tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.

 

Di sisi lain, pertumbuhan kedai kopi, komunitas penikmat kopi, dan pelatihan barista menunjukkan pasar kopi domestik terus berkembang. Tifatul menilai tren tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas industri nasional agar manfaat ekonominya semakin besar dirasakan masyarakat.

 

“Bagaimana Indonesia sebagai negara tropis ini betul-betul dikenal dunia bahwa kita adalah produsen kopi yang cukup besar dan bisa diandalkan di seluruh negara,” tegasnya.

 

Tifatul menekankan peningkatan ekspor harus berjalan beriringan dengan penguatan industri dalam negeri. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan industri besar maupun pelaku usaha kecil memiliki akses terhadap bahan baku, teknologi, pembinaan, kemasan, dan pasar.

 

“Jadi bukan hanya konsumsi yang kita tingkatkan, tetapi bagaimana ekspor kita perbesar, industri kecil kita naik kelas, dan ketergantungan terhadap impor kita kurangi,” pungkas Tifatul. (mar/aha)

Berita terkait

Kajian Bank Dunia Terkait Kemiskinan Indonesia Harus Jadi Bahan Evaluasi
Populer
Kajian Bank Dunia Terkait Kemiskinan Indonesia Harus Jadi Bahan Evaluasi
Pemilu 2024 Harus Jadi Pelajaran untuk Demokrasi yang Lebih Baik
Populer
Pemilu 2024 Harus Jadi Pelajaran untuk Demokrasi yang Lebih Baik
Pemberian HPL Harus di Evaluasi untuk Indonesia yang Lebih Maju
Politik dan Keamanan
Pemberian HPL Harus di Evaluasi untuk Indonesia yang Lebih Maju
Tags:#Komisi VII#Kopi#Tifatul Sembiring
Sebelumnya

Komisi X Ingatkan Rehabilitasi Sekolah Pascabencana Harus Tepat Waktu

Selanjutnya

Konflik Agraria Sukajaya Memanas, BAM Turun Tangan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1154)
  • Industri dan Pembangunan(3963)
  • Isu Lainnya(1079)
  • Kesejahteraan Rakyat(3953)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4772)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI