E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi IX|Masyarakat|JKN|PBI-JK|Sri Meliyana|Komisi XII|Anggaran|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi X|karhutla|Komisi IV|Bencana
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 53%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi IX|Masyarakat|JKN|PBI-JK|Sri Meliyana|Komisi XII|Anggaran|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi X|karhutla|Komisi IV|Bencana
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 53%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi IX|Masyarakat|JKN|PBI-JK|Sri Meliyana|Komisi XII|Anggaran|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi X|karhutla|Komisi IV|Bencana
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 53%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Andi Muzakkir Evaluasi Pemegang IUP yang Belum Berproduksi, Soroti Potensi Hilangnya Royalti Negara

Diterbitkan
Sabtu, 5 Sep 2026 23.59 WIB
Bagikan:
Andi Muzakkir Evaluasi Pemegang IUP yang Belum Berproduksi, Soroti Potensi Hilangnya Royalti Negara

Anggota Komisi XII DPR RI, Andi Muzakkir dalam kunjungan spesifik Komisi XII di Sulawesi Selatan, Jum’at (4/9/2026).|Foto: Karisma/Mahendra

PARLEMENTARIA, Makassar – Komisi XII DPR RI menyoroti sejumlah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Sulawesi Selatan yang belum berproduksi. Kondisi tersebut dinilai perlu dievaluasi karena berpotensi menghambat kontribusi sektor pertambangan terhadap penerimaan negara. 

 

Hal itu menjadi salah satu perhatian Komisi XII DPR RI dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik ke Makassar, Sulawesi Selatan, Jum’at (4/9/2026). Dalam pertemuan dengan sejumlah perusahaan pertambangan, Komisi XII DPR RI menggali perkembangan masing-masing pemegang IUP, termasuk perusahaan yang telah memperoleh Rencana Kerja dan Biaya (RKB), tetapi belum merealisasikan kegiatan produksi. 

Lihat Juga :

Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah

Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah

Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang

Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang

 

Anggota Komisi XII DPR RI Andi Muzakkir mengatakan, pendalaman dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan perusahaan sejak memperoleh IUP. Ia menyebut, Komisi XII DPR RI turut mempertanyakan status RKB dan perkembangan kegiatan usaha masing-masing perusahaan. 

 

“Makanya kita pertanyakan beberapa-beberapa hal, termasuk IUPnya sudah berapa lama, RKB yang sudah ada, dan sudah berapa lama dia jalankan perusahaan ini, itu kami semua akan tinjau” ujar Andi.

 

Dari pendalaman tersebut, kata Andi, terdapat sejumlah kondisi yang berbeda di antara pemegang IUP. Ada perusahaan yang telah memperoleh persetujuan RKB, tetapi belum dapat melakukan produksi. Selain itu, terdapat perusahaan yang baru mengalami pengambilalihan atau take over, serta perusahaan yang telah memperoleh RKB tetapi realisasi produksinya masih nol.

 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan terlebih dahulu mengetahui penyebab belum berjalannya kegiatan produksi. Jika persoalan berasal dari regulasi atau kebijakan pemerintah, maka pemerintah harus melakukan perbaikan agar perusahaan yang telah memenuhi persyaratan dapat segera menjalankan kegiatan usahanya.

 

“Kalau memang kendalanya ada di kita, ya kita perbaiki. Kita dorong bagaimana supaya persoalan ini bisa cepat diselesaikan,” tegasnya.

 

Sebaliknya, dirinya menegaskan, pemerintah juga perlu bertindak tegas apabila hambatan produksi justru disebabkan perusahaan belum memenuhi kewajibannya. Menurutnya, keberadaan IUP tidak boleh menjadi alasan bagi perusahaan untuk terus menunda pelaksanaan kegiatan usaha tanpa kejelasan. 

 

“Kalau memang kendalanya dari mereka, ada hal-hal kewajiban yang dia belum selesaikan, ya kalau perlu ya kita harus cabut, otomatis IUP-nya tidak boleh berjalan,” tuturnya.

 

Andi menilai evaluasi terhadap pemegang IUP penting dilakukan karena izin pertambangan pada akhirnya harus memberikan manfaat melalui kegiatan usaha yang berjalan. Apabila perusahaan telah memiliki izin, tetapi tidak melakukan produksi, maka kontribusi yang seharusnya diberikan kepada negara juga berpotensi tidak terealisasi.

 

Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah penerimaan royalti negara. Komisi XII DPR RI, ungkapnya, mempertanyakan kontribusi yang semestinya diterima negara apabila kegiatan produksi dari pemegang IUP belum berjalan.

 

“Kalau misalnya punya IUP tapi tidak ada hasil untuk negara, royaltinya mana?” pungkas Andi.

 

Karena itu, legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan II itu mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pemegang IUP, dengan membedakan perusahaan yang terkendala aspek regulasi dan perusahaan yang belum memenuhi kewajibannya. Langkah tersebut dinilai penting agar pemberian izin pertambangan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diikuti kegiatan usaha yang produktif serta memberikan kontribusi bagi negara. (Krs/um)

Berita terkait

Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah
Industri dan Pembangunan
Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah
Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang
Timwas DPR Soroti Potensi Kerugian Negara dalam Penyelenggaraan Haji 2025
Kesejahteraan Rakyat
Timwas DPR Soroti Potensi Kerugian Negara dalam Penyelenggaraan Haji 2025
Tags:#Komisi XII#IUP#Andi Muzakkir
Sebelumnya

Penanganan Karhutla Harus Satu Kendali Demi Lindungi Masyarakat

Selanjutnya

Legislator Imbau Masyarakat Aktif Cek dan Reaktivasi Kepesertaan JKN

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1154)
  • Industri dan Pembangunan(3956)
  • Isu Lainnya(1079)
  • Kesejahteraan Rakyat(3940)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4770)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi IX|Masyarakat|JKN|PBI-JK|Sri Meliyana|Komisi XII|Anggaran|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi X|karhutla|Komisi IV|Bencana
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 53%
Angin: 14 km/h