
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV ke Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur, Lampung.|Foto : Astri/Alma
PARLEMENTARIA, Lampung — Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mendorong pengelola Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, memperkuat ketersediaan pakan bagi satwa dilindungi di tengah kondisi kekeringan. Menurutnya, ketersediaan sumber makanan perlu menjadi perhatian agar satwa tidak mengalami kelaparan maupun keluar dari kawasan konservasi untuk mencari makanan.
Hal itu disampaikan Firman saat Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke TNWK, Lampung Timur, Lampung, Kamis (3/9/2026). Ia menilai kondisi kekeringan dapat berdampak terhadap ketersediaan makanan alami bagi satwa, terutama gajah, badak, dan harimau sumatra yang menjadi satwa prioritas di kawasan tersebut.
“Sangat minimnya makanan untuk satwa. Karena di sini merupakan taman nasional yang heritage, di mana memiliki hewan-hewan yang langka, yaitu seperti gajah, badak, dan harimau Sumatera. Posisi tiga satwa yang dilindungi ini sangat memerlukan perhatian khusus,” ujar Firman.
Karena itu, ia mengusulkan agar lahan-lahan kosong di kawasan dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang menghasilkan buah dan dapat menjadi sumber makanan bagi satwa. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi upaya antisipatif menghadapi kondisi kemarau pada tahun-tahun berikutnya.
“Jangan sampai pertama, terjadi kelaparan. Jangan sampai kelaparan, sehingga tadi kami instruksikan kepada jajaran pengelola di sini, hendaknya di lahan-lahan yang kosong, itu ditanami tanaman-tanaman yang ada buah-buahan. Dan kemudian dari buah-buahan itu bisa dinikmati atau menjadi salah satu makanan pokok daripada satwa liar, seperti pisang dan sebagainya,” katanya.
Menurut Firman, penanaman tanaman pakan perlu dilakukan sejak sekarang sehingga manfaatnya dapat dirasakan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menjaga ketersediaan makanan, langkah tersebut diharapkan dapat mencegah satwa keluar dari kawasan konservasi untuk mencari makan hingga mendekati permukiman masyarakat.
Dirinya mencontohkan pengalaman saat dirinya menjadi pimpinan Komisi IV DPR RI pada 2009 di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. Ketika itu, penanaman tanaman buah dilakukan untuk menyediakan sumber makanan bagi kera sehingga potensi konflik dengan masyarakat dapat ditekan.
“Upaya-upaya seperti ini harus dilakukan. Pesan kami adalah jangan sampai ada hewan-hewan atau jangan sampai ada satwa-satwa yang dilindungi itu menjadi korban. Daripada pertama adalah kelaparan akibat tidak tersedia makanan karena kekeringan, dan kedua jangan sampai ada kebakaran yang mengakibatkan korban dari satwa,” tegas Firman. (als/um)