E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi V|Komisi VI|Kopdes Merah Putih|KDKMP|Komisi XI|Komisi VII|UMKM|BMKG|cuaca|MBR|TOD|Bea Cukai|Hunian
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 69%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi V|Komisi VI|Kopdes Merah Putih|KDKMP|Komisi XI|Komisi VII|UMKM|BMKG|cuaca|MBR|TOD|Bea Cukai|Hunian
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 69%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi V|Komisi VI|Kopdes Merah Putih|KDKMP|Komisi XI|Komisi VII|UMKM|BMKG|cuaca|MBR|TOD|Bea Cukai|Hunian
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 69%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Modal Kecil Sulit ke Bank, Saleh: Jangan Biarkan UMKM Terjerat Rentenir

Diterbitkan
Sabtu, 29 Agu 2026 00.22 WIB
Bagikan:
Modal Kecil Sulit ke Bank, Saleh: Jangan Biarkan UMKM Terjerat Rentenir

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay (kiri) saat memimpin Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Akses Pembiayaan terhadap Permodalan bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kantor Wali Kota Bogor, Jawa Barat.|Foto: Azka/jk

PARLEMENTARIA, Kota Bogor – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyoroti kesenjangan akses pembiayaan yang masih dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama untuk kebutuhan modal dalam jumlah kecil. Kondisi ini dinilai membuat sebagian pelaku usaha lebih memilih pinjaman informal dengan risiko bunga dan beban yang lebih tinggi.

 

Hal itu disampaikan Saleh saat memimpin Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Akses Pembiayaan terhadap Permodalan bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kantor Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Lihat Juga :

Pemerintah Bisa Libatkan Bank Himbara, Jangan Biarkan Swasta Kelola Pinjaman Mahasiswa

Pemerintah Bisa Libatkan Bank Himbara, Jangan Biarkan Swasta Kelola Pinjaman Mahasiswa

Himbara Jangan Persulit Pemberian KUR ke UMKM

Himbara Jangan Persulit Pemberian KUR ke UMKM

 

Menurut Saleh, Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang penting untuk melihat langsung bagaimana skema pembiayaan berjalan di masyarakat sekaligus menggali kendala yang dihadapi perbankan dalam menyalurkan modal kepada pelaku UMKM.

 

Dari kunjungan tersebut, Politisi Fraksi PAN itu menemukan persoalan yang perlu segera mendapat perhatian. Untuk kebutuhan modal di bawah Rp10 juta, masyarakat justru dinilai lebih mudah memperoleh pinjaman dari rentenir dibandingkan lembaga pembiayaan formal.

 

“Untuk modal yang sangat kecil, katakanlah di bawah Rp10 juta, ternyata yang lebih banyak memberikan modal kepada mereka adalah rentenir. Ini tentu menjadi persoalan karena rentenir justru bisa menjadi beban bagi pelaku usaha,” ujar Saleh.

 

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebutuhan modal masyarakat dan layanan pembiayaan formal. Prosedur yang dianggap rumit serta berbagai persyaratan dapat membuat pelaku usaha memilih jalur informal yang lebih cepat, meski berisiko menggerus keuntungan usaha.

 

Saleh pun meminta pemerintah dan perbankan mengevaluasi mekanisme pembiayaan agar lebih sederhana dan mudah dijangkau pelaku usaha mikro. Menurutnya, keterbatasan modal tidak seharusnya menjadi alasan masyarakat yang memiliki kemauan dan kemampuan berusaha kehilangan kesempatan mengembangkan usahanya.

 

Selain akses pembiayaan, Saleh menyoroti minimnya sosialisasi program permodalan pemerintah. Ia menilai masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami program pembiayaan yang tersedia maupun cara mengaksesnya.

 

“Yang kedua soal sosialisasi. Sosialisasi kepada masyarakat terkait bagaimana cara mendapatkan bantuan modal itu juga dinilai masih kurang,” katanya.

 

Terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR), Saleh mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkannya. Ia menegaskan, sesuai ketentuan yang menjadi rujukannya, KUR dengan plafon sampai Rp100 juta tidak dipersyaratkan agunan tambahan.

 

“Untuk bantuan KUR, sekali lagi, Kredit Usaha Rakyat yang jumlahnya Rp100 juta atau lebih kecil daripada Rp100 juta tidak perlu didampingi dengan agunan,” tegasnya.

 

Saleh meminta perbankan menjalankan ketentuan tersebut secara konsisten. Jika ada pelaku UMKM yang mendapatkan persyaratan agunan tambahan dalam pengajuan KUR hingga Rp100 juta, ia mempersilakan masyarakat melaporkannya kepada Kementerian UMKM maupun pihak terkait, termasuk Komisi VII DPR RI, dengan menyertakan bukti yang dapat ditelusuri.

 

Ia menegaskan pembiayaan formal semestinya menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan modal, bukan justru membuat mereka kembali bergantung kepada rentenir. Karena itu, penyaluran modal juga harus diikuti pendampingan, pelatihan, dan pengawasan agar dana yang diberikan benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif dan mampu membuat UMKM bertahan serta berkembang. (azk/we)

Berita terkait

Pemerintah Bisa Libatkan Bank Himbara, Jangan Biarkan Swasta Kelola Pinjaman Mahasiswa
Kesejahteraan Rakyat
Pemerintah Bisa Libatkan Bank Himbara, Jangan Biarkan Swasta Kelola Pinjaman Mahasiswa
Himbara Jangan Persulit Pemberian KUR ke UMKM
Industri dan Pembangunan
Himbara Jangan Persulit Pemberian KUR ke UMKM
Chusnunian Chalim: UMKM Sulit Maju Akibat Akses Pebiayaan Modal Yang Terbatas
Industri dan Pembangunan
Chusnunian Chalim: UMKM Sulit Maju Akibat Akses Pebiayaan Modal Yang Terbatas
Tags:#Komisi VII#UMKM#Saleh Daulay
Sebelumnya

Ingatkan Bea Cukai, Mulyadi: Potensi Penerimaan Jangan Hanya Andalkan Rokok

Selanjutnya

Minta KDKMP Punya Bisnis Jelas, Anggia Erma Rini: Bukan Sekadar Formalitas

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1129)
  • Industri dan Pembangunan(3829)
  • Isu Lainnya(1067)
  • Kesejahteraan Rakyat(3855)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4695)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi V|Komisi VI|Kopdes Merah Putih|KDKMP|Komisi XI|Komisi VII|UMKM|BMKG|cuaca|MBR|TOD|Bea Cukai|Hunian
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 69%
Angin: 4 km/h