
Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik meninjau Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.|Foto: Aditya/Arifman
PARLEMENTARIA, Surabaya - Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro mendorong peningkatan kualitas sistem pendeteksi dini gempa bumi di Indonesia agar tingkat keandalannya setara dengan sistem peringatan dini tsunami. Ia menilai negara perlu hadir secara maksimal untuk memperbarui teknologi dan meningkatkan kemampuan deteksi kebencanaan guna meminimalisasi risiko korban.
"Secara umum terkait dengan antisipasi tsunami, saya kira sudah bagus. Tapi kita ingin lebih lagi. Sampai detik ini yang belum bisa sempurna adalah terkait dengan deteksi terhadap gempa. Kemampuan kita memang belum sampai sejauh itu, tapi ini perlu kita dorong terus," papar Sriyanto dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak perlu ragu untuk menjalin kerja sama atau mengadopsi teknologi dari negara-negara yang sudah maju dalam mitigasi kebencanaan. Ia secara spesifik mencontohkan Jepang sebagai salah satu negara referensi yang memiliki fasilitas pendeteksi gempa sangat mumpuni.
"Kalau memang harus belajar misalnya ke Jepang, menggunakan fasilitas peralatan yang sekiranya bisa mendeteksi terkait dengan gempa, tentunya negara perlu hadir. Saya kira tidak ada masalah kalau memang itu memerlukan biaya," tegas Legislator Daerah Pemilihan Jawa Tengah IV tersebut.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Sriyanto memastikan bahwa Komisi V DPR RI siap memberikan dukungan penuh dari sisi penganggaran institusi. Penyempurnaan sarana dan prasarana geofisika tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi keselamatan masyarakat Indonesia yang berada di wilayah rawan gempa. (ams/we)