
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V di Kalimantan Barat.|Foto: Zafirah/Karisma
PARLEMENTARIA, Kubu Raya — Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menilai operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah penting dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Upaya tersebut dinilai dapat mendukung percepatan pemadaman di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Menurut Mori, modifikasi cuaca merupakan metode yang efektif dan perlu terus dioptimalkan bersama berbagai upaya pemadaman lainnya. “Setuju. Modifikasi cuaca itu sangat penting juga. Itu juga adalah salah satu upaya pemadaman yang baik, yang ampuh,” ujarnya saat ditemui di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (23/8/2026).
Meski demikian, Mori mengingatkan bahwa hasil modifikasi cuaca tidak dapat diperoleh secara instan. Proses tersebut membutuhkan waktu dan bergantung pada berbagai kondisi pendukung agar dapat menghasilkan hujan yang diharapkan.
“Tapi dari kedatangan Presiden kemarin sampai saat ini kita sama-sama lihat di Kalimantan Barat ini belum ada modifikasi cuaca yang berarti hujan yang kita inginkan sampai saat ini belum ada. Karena memang modifikasi cuaca itu juga dia membutuhkan waktu. Enggak bisa cepat gitu kan? Enggak bisa,” katanya.
Mori memperkirakan hasil dari operasi modifikasi cuaca baru dapat terlihat dalam beberapa hari apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana. “Mungkin paling nggak waktunya mungkin 3-4 hari. Nah itu pun kalau berjalan dengan baik. Biasanya jadi ada kendala-kendala lain yang kita belum tahu,” tambahnya.
Karena itu, Mori berharap seluruh upaya penanganan karhutla, termasuk modifikasi cuaca, dapat berjalan optimal sehingga titik-titik api yang masih muncul dapat segera dikendalikan. “Apapun itu mudah-mudahan kita berdoa semua lajur-lajur dalam rangka upaya pemadaman api ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (zn/aha)