E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
pelayaran|Konflik Agraria|KMP Mutiara Sentosa II|BAM|AI|petani|Cagar Budaya|Koperasi|Pembangunan|RUU Penyiaran|KSOP|SPB|Himpunan Pertanian Merah Putih
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 37°C
Lembab: 54%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
pelayaran|Konflik Agraria|KMP Mutiara Sentosa II|BAM|AI|petani|Cagar Budaya|Koperasi|Pembangunan|RUU Penyiaran|KSOP|SPB|Himpunan Pertanian Merah Putih
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 37°C
Lembab: 54%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
pelayaran|Konflik Agraria|KMP Mutiara Sentosa II|BAM|AI|petani|Cagar Budaya|Koperasi|Pembangunan|RUU Penyiaran|KSOP|SPB|Himpunan Pertanian Merah Putih
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 37°C
Lembab: 54%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
pelayaran|Konflik Agraria|KMP Mutiara Sentosa II|BAM|AI|petani|Cagar Budaya|Koperasi|Pembangunan|RUU Penyiaran|KSOP|SPB|Himpunan Pertanian Merah Putih
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 37°C
Lembab: 54%
Angin: 10 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Empat Kapal Celaka Meski Bersertifikat, Erna Sari Dewi: Sistem Keselamatan Kita Gagal

Diterbitkan
Kamis, 20 Agu 2026 11.24 WIB
Bagikan:
Empat Kapal Celaka Meski Bersertifikat, Erna Sari Dewi: Sistem Keselamatan Kita Gagal

Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perhubungan, Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnasdi Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.|Foto: Naifuroji/Mahendra

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi menilai rentetan kecelakaan yang menimpa KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, KMP Mutiara Sentosa II di Sumenep, KMP Prince Soya di Samarinda, dan KMP Nurul Salsa di Kepulauan Selayar bukan kejadian acak. Baginya, empat kecelakaan beruntun itu justru menunjukkan kegagalan sistemik dalam pengawasan pelayaran nasional.


"Sistem kita gagal. Baik dari regulatornya, baik dari operatornya, awak kapalnya, inspekturnya, pelabuhan asal, pelabuhan tujuan, semuanya harus kita evaluasi," ujar Erna dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perhubungan, Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnasdi Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).


Politisi Fraksi Partai NasDem itu menyoroti satu fakta yang menurutnya paling mengganggu yakni keempat kapal yang celaka tersebut ternyata sama-sama mengantongi sertifikat manajemen keselamatan. Lengkap, tapi tetap celaka.

Lihat Juga :

Erna Sari Dewi: Keselamatan di Perlintasan Sebidang Harus Jadi Prioritas

Erna Sari Dewi: Keselamatan di Perlintasan Sebidang Harus Jadi Prioritas

Akses Setara di Gerbang Negeri: Erna Sari Dewi Perjuangkan Bandara Ramah Disabilitas

Akses Setara di Gerbang Negeri: Erna Sari Dewi Perjuangkan Bandara Ramah Disabilitas


"Punya sertifikat keselamatan, tapi kecelakaan. Terus yang dikasih sertifikat ini apa? Buatnya apa gunanya sertifikat ini?" tanyanya, mempertanyakan validitas proses penerbitan sertifikat itu.


Erna menduga akar persoalannya sederhana yakni pemeriksaan kapal selama ini berhenti di atas kertas. "Hanya memenuhi administratif. Tapi faktual kapalnya, bagaimana kondisi teknis, peralatan-peralatan pendukung penyelamatan di dalam kapal, tak pernah dicek," katanya.

Ia mencontohkan, dari empat kapal yang celaka, tiga di antaranya diketahui memiliki alat pemadam api yang tidak berfungsi optimal saat kejadian. "Pernah nggak itu dicek alatnya bekerja atau tidak? Kan tidak," tegasnya.

 

Ia menduga pola pengisian kolom checklist tanpa verifikasi lapangan itu sudah berlangsung bertahun-tahun sebelum kapal diberi izin berlayar. Erna juga menyoroti ketiadaan aturan tegas soal kewajiban kapal membawa sekoci atau life raft sesuai kapasitas penumpang, bukan sekadar life jacket, khususnya bagi kapal-kapal berbobot besar seperti yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.


Atas temuan tersebut, Erna mendesak Kementerian Perhubungan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran. "Zero Tolerance terhadap kapal yang tidak memenuhi peralatan-peralatan keselamatan layaran," ucapnya.

 

Ia turut meminta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh syahbandar di Indonesia, bukan hanya yang berada di wilayah lokasi kecelakaan, termasuk soal kompetensi dan integritas mereka. "Jangan nunggu kecelakaan baru kemudian dievaluasi," tegasnya.

 

Selain itu, Ia juga mengusulkan pembentukan tim ad hoc jika diperlukan. Pengawasan di pelabuhan pun ia dorong untuk diperketat lewat mekanisme port state control, mengingat menurutnya pemeriksaan di pelabuhan selama ini kalah ketat dibanding di bandara.

 

Untuk operator kapal dengan rekam jejak buruk atau riwayat kecelakaan, Erna meminta sanksi tegas, termasuk opsi menghentikan sementara operasional kapal tersebut sebelum diizinkan kembali berlayar. "Boro-boro mau dikasih sertifikat keselamatan. Kalau perlu grounded dulu aja dulu. Nggak boleh dia beroperasi. Tegas harus sanksinya," pungkasnya. (han/gal)

Berita terkait

Erna Sari Dewi: Keselamatan di Perlintasan Sebidang Harus Jadi Prioritas
Industri dan Pembangunan
Erna Sari Dewi: Keselamatan di Perlintasan Sebidang Harus Jadi Prioritas
Akses Setara di Gerbang Negeri: Erna Sari Dewi Perjuangkan Bandara Ramah Disabilitas
Industri dan Pembangunan
Akses Setara di Gerbang Negeri: Erna Sari Dewi Perjuangkan Bandara Ramah Disabilitas
Erna Sari Dewi Bongkar Ketimpangan Fasilitas Pengawasan Transportasi di Bengkulu
Industri dan Pembangunan
Erna Sari Dewi Bongkar Ketimpangan Fasilitas Pengawasan Transportasi di Bengkulu
Tags:#pelayaran#KMP Mutiara Sentosa II#KMP Putri Yasmin#KMP Prince Soya#KMP Nurul Salsa
Sebelumnya

Aher: Keberhasilan Pembangunan Harus Berdampak Langsung bagi Rakyat

Selanjutnya

Kawendra Dorong Audit Koperasi Bermasalah dan Perkuat Pengawasan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1081)
  • Industri dan Pembangunan(3768)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3763)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4627)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI