E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|energi|miras|Bank Indonesia|RAPBN 2027|Gubernur Bank Indonesia|Newport|Promosi Miras|Marwah Lembaga|Geothermal|RUU Masyarakat Adat|NTB
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 54%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|energi|miras|Bank Indonesia|RAPBN 2027|Gubernur Bank Indonesia|Newport|Promosi Miras|Marwah Lembaga|Geothermal|RUU Masyarakat Adat|NTB
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 54%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|energi|miras|Bank Indonesia|RAPBN 2027|Gubernur Bank Indonesia|Newport|Promosi Miras|Marwah Lembaga|Geothermal|RUU Masyarakat Adat|NTB
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 54%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Potensi Geothermal RI Capai 24 GW, Legislator Soroti Pemanfaatan Baru 14 Persen

Diterbitkan
Kamis, 13 Agu 2026 10.41 WIB
Bagikan:
Potensi Geothermal RI Capai 24 GW, Legislator Soroti Pemanfaatan Baru 14 Persen

Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H Ganinduto saat mengikut Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR ke Sulut.|Foto: Natasya/Karisma

PARLEMENTARIA, Manado — Indonesia menyimpan potensi energi panas bumi (geothermal) mencapai sekitar 24 Gigawatt (GW), atau sekitar 40 persen dari total potensi panas bumi dunia. Namun, pemanfaatan energi bersih tersebut hingga kini masih jauh dari optimal. Dari potensi nasional itu, baru sekitar 3,2 GW yang telah dikelola atau setara 14 persen.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi VI DPR RI dalam Kunjungan Kerja Reses ke Sulawesi Utara. Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H. Ganinduto menilai besarnya potensi geothermal Indonesia seharusnya dapat diikuti dengan percepatan pengembangan, terlebih Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang memiliki sumber panas bumi melimpah.

Lihat Juga :

Evita Soroti Okupansi Kawasan Industri yang Baru Capai 57,2 Persen

Evita Soroti Okupansi Kawasan Industri yang Baru Capai 57,2 Persen

Baru Jangkau 24 Persen Angkatan Kerja, Muazzim Akbar Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di NTB

Baru Jangkau 24 Persen Angkatan Kerja, Muazzim Akbar Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di NTB

 

“Salah satu yang saya cermati dari Pertamina Geothermal, potensi di Indonesia itu sangat besar sekali. Kita di lokasi Ring of Fire ini, potensi geothermal sangat besar sekali. Namun, pemanfaatannya belum maksimal,” ujar Firnando usai menghadiri rapat bersama jajaran BUMN energi di Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (11/8/2026).

 

Berdasarkan pemaparan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), pengembangan geothermal nasional ditargetkan mencapai 5,3 GW pada periode 2025–2034. Namun, percepatan investasi masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait harga listrik dalam skema Power Purchase Agreement (PPA) antara pengembang geothermal dan PT PLN (Persero).

 

Firnando mengatakan, harga listrik dalam PPA saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan karakteristik investasi panas bumi yang membutuhkan modal besar serta memiliki risiko pengembangan yang relatif tinggi.

 

“Padahal geothermal ini pemakaian listrik yang sangat bersih, sangat green, sangat aman, dan merupakan energi terbarukan. Namun, ketika saya tanya apa kendalanya, salah satu kendala terbesar adalah mengenai harga. Harga yang mereka dapatkan dari PPA dengan PLN belum sesuai dengan ekspektasi mereka,” jelasnya.

 

Dalam pembahasan tersebut, PGE juga menyampaikan perlunya dukungan pemerintah melalui kebijakan tarif yang lebih mampu memberikan kepastian bagi pengembang. Salah satunya melalui penyesuaian harga dan penerapan skema feed-in tariff. Peninjauan terhadap ketentuan tarif, termasuk regulasi dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022, dinilai diperlukan agar proyek geothermal memiliki tingkat kelayakan finansial dan kepastian investasi yang lebih baik.

 

Firnando menekankan, kebijakan pengembangan geothermal harus mampu menemukan titik keseimbangan antara kepentingan pengembang dan PLN sebagai pembeli listrik. Menurutnya, kedua pihak perlu mendapatkan skema bisnis yang sehat agar pengembangan energi panas bumi tidak justru menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak.

 

“Kami memahami bahwa kita harus benar-benar memikirkan kedua belah pihak, baik PLN maupun investor geothermal. Jangan sampai salah satu dari mereka, yang dua-duanya merupakan BUMN dan harus sama-sama kita lindungi, justru mengalami kerugian gara-gara proyek ini,” tegasnya.

 

Menurut Firnando, penyelesaian persoalan tarif menjadi salah satu kunci untuk membuka ruang pengembangan geothermal secara lebih luas. Ia mengapresiasi upaya pemerintah yang tengah melakukan negosiasi untuk mencari skema yang dapat mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi.

 

“Ini sudah menjadi perhatian pemerintah dan negosiasi ini sudah hampir mencapai target supaya geothermal bisa berkembang. Karena sayang bagi kami, kita punya resources yang sangat besar sekali, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (nap/we)

Berita terkait

Evita Soroti Okupansi Kawasan Industri yang Baru Capai 57,2 Persen
Industri dan Pembangunan
Evita Soroti Okupansi Kawasan Industri yang Baru Capai 57,2 Persen
Baru Jangkau 24 Persen Angkatan Kerja, Muazzim Akbar Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di NTB
Kesejahteraan Rakyat
Baru Jangkau 24 Persen Angkatan Kerja, Muazzim Akbar Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di NTB
Wakil Ketua DPR RI Soroti Pemanfaatan APBN dan Peran Data BPS di Sumatera Utara
Ekonomi dan Keuangan
Wakil Ketua DPR RI Soroti Pemanfaatan APBN dan Peran Data BPS di Sumatera Utara
Tags:#energi#Geothermal
Sebelumnya

Perkuat Kolaborasi dengan Kepolisian, MKD Jaga Marwah Lembaga Perwakilan

Selanjutnya

M. Husni Kecam Promosi Miras Gunakan Ayat Al-Qur’an, Dorong Sanksi Tegas

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3702)
  • Isu Lainnya(1052)
  • Kesejahteraan Rakyat(3702)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4582)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|energi|miras|Bank Indonesia|RAPBN 2027|Gubernur Bank Indonesia|Newport|Promosi Miras|Marwah Lembaga|Geothermal|RUU Masyarakat Adat|NTB
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 54%
Angin: 10 km/h