
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Bramantyo Suwondo, saat menghadiri 27th AIPA Roadshow yang digelar di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Yohanes/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Bramantyo Suwondo menilai penyelenggaraan AIPA Roadshow menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai ASEAN dan diplomasi parlemen. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu terus diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak anak muda mengenal peran ASEAN dalam menghadapi tantangan global.
Hal itu disampaikan Bramantyo usai menghadiri 27th AIPA Roadshow yang digelar di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Kegiatan hasil kerja sama DPR RI melalui BKSAP dengan Sekretariat Majelis Antar-Parlemen se-ASEAN (AIPA) tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
“Menurut saya ini adalah suatu platform yang baik, sehingga banyak generasi muda Indonesia memahami tentang kinerja politik luar negeri di lingkungan regional ASEAN, dan lebih paham lagi mengenai diplomasi parlemen yang dilakukan melalui platform AIPA,” ujar Bramantyo.
Ia mengatakan, AIPA Roadshow tidak seharusnya hanya diselenggarakan di ibu kota, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mengenai ASEAN sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitas regional tersebut.
“Harapan saya ke depan, anak-anak muda Indonesia makin memahami pentingnya ASEAN dan membangun identitas ASEAN, sehingga kita bersama-sama membangun kawasan yang lebih stabil, aman, dan pada akhirnya menciptakan kesejahteraan bagi semua,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bramantyo menilai penguatan pemahaman generasi muda menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang.
Menurutnya, Indonesia bersama negara-negara ASEAN perlu terus memperkuat sentralitas ASEAN melalui pendekatan dialog dan kerja sama yang inklusif. “Kita sekarang hadir di dalam situasi geopolitik yang sangat sulit. Banyak tensi yang kita rasakan di berbagai kawasan dunia. Melalui platform AIPA, menurut saya ini menjadi contoh politik luar negeri bagi kawasan lain karena kita mengedepankan dialog,” jelasnya.
Ia menambahkan, AIPA dan ASEAN secara konsisten mendorong pembahasan berbagai isu aktual, seperti AI, perubahan iklim, dan tantangan lintas negara lainnya, melalui semangat musyawarah dan saling menghormati. “Bila kita ingin memiliki solusi yang konkret dan berkelanjutan, kita perlu mengedepankan dialog. Itulah yang terus dilakukan ASEAN dan AIPA,” katanya.
Bramantyo juga menyoroti kecenderungan politik internasional yang dinilainya mulai menjauh dari semangat multilateralisme. Karena itu, ia menegaskan ASEAN perlu terus menjadi contoh dalam membangun kerja sama yang berlandaskan prinsip mutual respect atau saling menghormati.
“Kita mencoba menggaungkan bahwa kita mengedepankan mutual respect, berdiri sama rata dan sama tinggi. Kita menyelesaikan persoalan tanpa menekan dan tanpa merasa tertekan. Intinya adalah mengedepankan dialog,” pungkasnya. (bit/aha)