
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.|Foto: Balggys/Karisma
PARLEMENTARIA, Labuan Bajo – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mendorong percepatan pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores guna memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung akses menuju kawasan pariwisata superprioritas Labuan Bajo. Andi Iwan menegaskan bahwa percepatan pembangunan jalan tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, tetapi juga kesiapan lahan.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan agar pembangunan tidak mengalami hambatan. "Dengan begitu, pelaksanaan pembangunan tidak lagi terkendala dan anggaran yang dialokasikan dapat segera direalisasikan," ujar Andi Iwan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/7/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu berharap pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, baik melalui peningkatan konektivitas, pemerataan pembangunan, maupun pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores.
"Tujuannya agar manfaat segera dirasakan masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores," kata Legislator Dapil Sulawesi Selatan II ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto, memaparkan bahwa Jalan Lingkar Utara Flores memiliki panjang 141,291 kilometer dengan total kebutuhan anggaran pembangunan fisik mencapai sekitar Rp1,079 triliun. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada 2031.
"Total kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara Flores diperkirakan mencapai Rp1,079 triliun. Hingga saat ini, sebagian ruas telah beraspal, namun masih terdapat ruas jalan tanah, ruas yang belum tembus, serta sekitar 87,416 kilometer yang masih memerlukan pengaspalan," jelas Janto.
Untuk diketahui, Jalan Lingkar Utara Flores merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Reo-Labuan Bajo melalui ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi. Jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas masyarakat sekaligus memperkuat akses menuju destinasi pariwisata di Labuan Bajo. (gys/we)