E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Sisdiknas|Desa Wisata|Haji|Kesehatan|layanan kesehatan|RUU SDI|Kode Etik|TNKB|Pariwisata|Regulasi|UMKM|Korupsi|Batu Bara
Jakarta:
Sebagian Cerah
32°C
Terasa: 34°C
Lembab: 35%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Sisdiknas|Desa Wisata|Haji|Kesehatan|layanan kesehatan|RUU SDI|Kode Etik|TNKB|Pariwisata|Regulasi|UMKM|Korupsi|Batu Bara
Jakarta:
Sebagian Cerah
32°C
Terasa: 34°C
Lembab: 35%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Sisdiknas|Desa Wisata|Haji|Kesehatan|layanan kesehatan|RUU SDI|Kode Etik|TNKB|Pariwisata|Regulasi|UMKM|Korupsi|Batu Bara
Jakarta:
Sebagian Cerah
32°C
Terasa: 34°C
Lembab: 35%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Lebih dari 6.000 Desa Wisata, Komisi VII Minta Fokus Beralih ke Penguatan Pengelola

Diterbitkan
Jumat, 10 Jul 2026 09.20 WIB
Bagikan:
Lebih dari 6.000 Desa Wisata, Komisi VII Minta Fokus Beralih ke Penguatan Pengelola

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.|Foto: Rsa/Karisma

PARLEMENTARIA, Bangli - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong penguatan kapasitas pengelolaan desa wisata melalui pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya membangun destinasi, tetapi juga harus dibarengi dengan tata kelola yang baik agar mampu berkembang dari desa rintisan menjadi desa wisata mandiri.

 

Chusnunia menjelaskan, Indonesia saat ini telah memiliki lebih dari 6.000 desa wisata yang tersebar di berbagai daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh desa wisata tersebut memiliki kemampuan manajerial yang memadai sehingga mampu bertahan dan terus berkembang.

Lihat Juga :

Dari Rintisan ke Mandiri, Chusnunia Chalim Sebut Desa Wisata Butuh Suntikan CSR

Dari Rintisan ke Mandiri, Chusnunia Chalim Sebut Desa Wisata Butuh Suntikan CSR

Komisi VI Minta Rekrutmen Pengelola Koperasi Merah Putih Libatkan Warga Desa

Komisi VI Minta Rekrutmen Pengelola Koperasi Merah Putih Libatkan Warga Desa

 

“Sudah ada desa wisata yang berkembang di Yogyakarta, Klaten, dan beberapa daerah lainnya. Hari ini ada lebih dari 6.000 desa wisata. Tinggal bagaimana kita mengintensifkan manajerialnya serta daya tahan pengelolanya. Semangat mengelola desa wisata harus tetap terjaga meskipun kunjungan wisatawan naik turun sesuai musim,” ujar Chusnunia atau yang akrab disapa Nunik dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Kamis (09/07/2026).

 

Legislator Daerah Pemilihan Lampung II ini menilai, pemerintah perlu memperkuat sistem klasifikasi desa wisata sehingga pendampingan dapat diberikan secara tepat sasaran. Desa wisata yang masih berada pada tahap rintisan maupun pemula harus mendapatkan perhatian lebih agar mampu naik kelas menjadi desa wisata berkembang hingga mandiri.

 

“Kita dorong agar ada klasifikasi desa wisata. Yang masih rintisan atau pemula perlu banyak pendampingan pemerintah supaya bisa naik kelas. Sementara yang sudah mandiri tentu bisa lebih dilepas,” jelas Nunik.

 

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKB ini menekankan pentingnya pelatihan manajemen bagi pengelola desa wisata, mulai dari pengelolaan organisasi hingga tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan. Menurutnya, lemahnya manajemen berpotensi memunculkan konflik internal ketika skala usaha semakin besar.

 

“Kalau mengelola uang kecil mungkin masih bisa, tetapi ketika angkanya sudah besar tanpa manajemen yang baik, tanpa akuntabilitas dan transparansi, bisa menimbulkan persoalan bahkan konflik di antara para pengelola,” tegasnya. (rsa/we)

Berita terkait

Dari Rintisan ke Mandiri, Chusnunia Chalim Sebut Desa Wisata Butuh Suntikan CSR
Industri dan Pembangunan
Dari Rintisan ke Mandiri, Chusnunia Chalim Sebut Desa Wisata Butuh Suntikan CSR
Komisi VI Minta Rekrutmen Pengelola Koperasi Merah Putih Libatkan Warga Desa
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Minta Rekrutmen Pengelola Koperasi Merah Putih Libatkan Warga Desa
Komisi VII Minta Ekraf Fokus Kembangkan Industri Animasi Berbasis Kekayaan Intelektual
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Minta Ekraf Fokus Kembangkan Industri Animasi Berbasis Kekayaan Intelektual
Tags:#Desa Wisata
Sebelumnya

Terima Forum Warga Tolak Zona Merah Jambi, BAM Tegaskan Komitmen Bantu Masyarakat

Selanjutnya

Eko Wahyudi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Harus Terus Ditingkatkan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(996)
  • Industri dan Pembangunan(3455)
  • Isu Lainnya(1029)
  • Kesejahteraan Rakyat(3477)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4233)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Sisdiknas|Desa Wisata|Haji|Kesehatan|layanan kesehatan|RUU SDI|Kode Etik|TNKB|Pariwisata|Regulasi|UMKM|Korupsi|Batu Bara
Jakarta:
Sebagian Cerah
32°C
Terasa: 34°C
Lembab: 35%
Angin: 12 km/h