
Ketua DPR RI Puan Maharani, saat konferensi pers usai memimpin Rapat Paripurna DPR RI Ke-22 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Septamares/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas korban yang jatuh dalam pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Dirinya menegaskan perlu ada langkah konkret sekaligus evaluasi menyeluruh agar insiden yang memilukan ini tidak kembali terulang di masa depan.
Menyikapi laporan mengenai adanya korban jiwa tersebut, Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini memandang bahwa keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, pembenahan yang mendesak untuk dilakukan saat ini adalah memfokuskan perubahan pada pola tata kelola pelaksanaan kegiatan.
"Pertama, kami di DPR menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban dalam rangka pelaksanaan hal tersebut. Dan jangan sampai hal tersebut, kemudian terulang kembali," ujar Puan dalam agenda konferensi pers usai memimpin Rapat Paripurna DPR RI Ke-22 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/06/2026).
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kedewanan mendorong penuh adanya peninjauan berkala secara total terhadap standar operasional prosedur Latsarmil SPPI. Pun, dirinya berharap proses evaluasi yang sedang berjalan dapat menyentuh akar persoalan, khususnya pada penguatan aspek manajerial di lapangan.
"Bahwa sudah dilakukan evaluasi, kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh dan memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih baik fokus pada managerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan," tambahnya.
Sebagai langkah penutup, Legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah V tersebut menjelaskan bahwa DPR berkomitmen untuk terus mengawal ketat setiap tahapan tindak lanjut dari hasil rekomendasi evaluasi tersebut. Langkah ini dinilai krusial guna mengantisipasi risiko insiden serupa sekaligus memberikan pelindungan maksimal bagi seluruh peserta.
"Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu apa," pungkas Puan. (NAL/um)