
Anggota Komisi XII DPR RI Ahmad Junaidi Auly.|Foto: Pdt/Karisma
PARLEMENTARIA, Bandar Lampung — Anggota Komisi XII DPR RI Ahmad Junaidi Auly menekankan pentingnya penguatan kemandirian energi di Provinsi Lampung guna menjaga keandalan pasokan listrik serta mengantisipasi gangguan yang dapat terjadi akibat bencana maupun cuaca ekstrem. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti kunjungan kerja Komisi XII DPR RI ke Bandar Lampung, Lampung, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, sistem jaringan listrik PLN yang saat ini terhubung melalui skema interkoneksi masih memiliki sejumlah kerawanan yang perlu diantisipasi sejak dini. “Jaringan listrik PLN yang interkoneksi ini masih cukup rawan dari segi bencana, dari segi cuaca ekstrem dan sebagainya. Oleh karenanya antisipasi terkait dengan itu harus segera dilakukan,” ujarnya kepada Parlementaria.
Ia menjelaskan, meskipun selama ini sistem kelistrikan di Lampung tergolong andal, ketergantungan terhadap pasokan listrik dari luar daerah masih cukup besar. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius agar Lampung memiliki ketahanan energi yang lebih kuat di masa mendatang.
“Nah misalnya Lampung, tadi saya titik tekankan bagaimana bisa mandiri. Jadi sumber daya listriknya bisa mandiri. Jadi selama ini memang handal, tetapi sekitar 50 persen kebutuhan listrik masih dipasok dari luar Lampung,” pungkas Politisi Fraksi PKS tersebut.
Untuk itu, Ia mendorong pembangunan pembangkit listrik yang berada di wilayah Lampung sehingga kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri dapat dipenuhi dari sumber daya yang tersedia di daerah sendiri. “Oleh karenanya Lampung harus mandiri dengan pembangkit-pembangkit listrik yang memang dibangun di Provinsi Lampung itu sendiri,” tegas Legislator Dapil Lampung II tersebut.
Lebih lanjut, ia menilai upaya mewujudkan kemandirian energi daerah menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya gangguan pasokan listrik berskala besar. Menurutnya, kejadian pemadaman listrik yang sempat melanda hampir seluruh wilayah Sumatera beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Hal ini sangat perlu dilakukan untuk mencegah kejadian seperti beberapa hari lalu, ketika pemadaman listrik terjadi di hampir seluruh wilayah Sumatera. Ke depan, ketahanan dan kemandirian sistem kelistrikan daerah harus semakin diperkuat agar masyarakat tidak terdampak oleh gangguan yang bersifat luas,” tutupnya. (pdt/aha)