
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Rizki Aulia Natakusumah saat melakukan inspeksi ke Hotel Al Hidayah Tower 3, Sektor 10, Makkah, Arab Saudi.|Foto: Andri/Sari
PARLEMENTARIA, Makkah - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Rizki Aulia Natakusumah, melakukan inspeksi ke Hotel Al Hidayah Tower 3, Sektor 10, Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau kelayakan akomodasi dan memantau kondisi jemaah haji asal daerah pemilihan Banten 1 yang meliputi Kabupaten Lebak dan Pandeglang, serta jemaah dari wilayah Banten lainnya.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung, Rizki menyatakan bahwa fasilitas pemondokan bagi jemaah haji Indonesia beroperasi secara optimal dan tidak ditemukan kendala berarti pada layanan dasar. "Alhamdulillah, tadi sudah mengecek kesiapan dan keadaan fasilitas untuk jemaah haji, khususnya yang dari Banten. Pertama, dari segi kenyamanan fasilitas cukup nyaman. Kedua, konsumsi baik. Ketiga, air juga belum ada kendala. Artinya belum ada kendala yang besar," ujar Rizki kepada Parlementaria.
Terkait aspek kesehatan, Rizki menyebutkan ada beberapa keluhan minor yang mayoritas dialami oleh jemaah lanjut usia (lansia). Meski demikian, ia menilai kesiapan tim tenaga medis di sektor tersebut sudah sangat memadai dalam menangani keluhan jemaah.
Sorotan utama dalam kunjungan ini justru pada potensi risiko kesehatan lingkungan di dalam kamar pemondokan. Hal ini dipicu oleh regulasi otoritas setempat yang melarang jemaah menjemur pakaian di area atap gedung, sehingga jemaah terpaksa menjemurnya di dalam kamar tidur.
"Problem kecil lainnya adalah setelah mereka mencuci baju, menjemurnya di mana. Kalau di atas tidak boleh menurut pemerintah Arab Saudi, jadi mereka menjemur di kamar masing-masing," jelas Rizki.
Ia menekankan bahwa sirkulasi udara yang tertutup dengan pakaian basah dalam waktu lama berisiko memicu masalah kesehatan baru. "Jika ini berlangsung lebih dari seminggu atau sepuluh hari, ditakutkan bisa memicu bakteri. Apalagi mereka dalam kondisi imun tubuh yang mungkin tidak terlalu baik setelah perjalanan panjang dan cuaca ekstrem," tambahnya.
Mengenai keluhan jarak antara akomodasi Sektor 10 dengan Masjidil Haram, Rizki mengimbau para jemaah untuk memaklumi kepadatan lalu lintas dan jamaah dari seluruh dunia. Ia memastikan pemerintah Indonesia telah bekerja keras menyediakan fasilitas terbaik.
Sebagai penutup, Rizki menyatakan dukungannya terhadap rencana strategis pemerintah Indonesia ke depan untuk memusatkan fasilitas jemaah haji.
"Apalagi Pak Prabowo ke depannya merencanakan adanya kampung haji sebagai fasilitas pemerintah Indonesia di tanah suci. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi, tapi sejauh ini cukup baik dan belum ada kendala yang besar," pungkasnya. (EKI/um)