
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, dalam Focus Group Discussion (FGD) Keprotokolan Persiapan Keberangkatan Timwas Haji DPR RI Tahun 2026 di Jakarta.| Foto: Munchen/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta — Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral guna mendukung kelancaran keberangkatan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Tahun 2026.
Menurutnya, Timwas Haji DPR RI mengemban mandat konstitusional untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan optimal, transparan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.
“Timwas Haji DPR RI Tahun 2026 mengemban mandat konstitusional yang sangat penting untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan optimal, transparan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia,” ujar Indra saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Keprotokolan Persiapan Keberangkatan Timwas Haji DPR RI Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (07/05/2026).
Ia menjelaskan, FGD tersebut diselenggarakan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam mendukung seluruh proses keberangkatan Timwas Haji DPR RI agar berjalan lancar, tertib, dan efisien.
Indra menuturkan, kerja sama antara Sekretariat Jenderal DPR RI dengan berbagai pemangku kepentingan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama ini telah terjalin dengan baik dan menjadi bagian penting dalam mendukung tugas-tugas kedewanan.
“Kerja sama dengan unsur Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina, Angkasa Pura, Garuda Indonesia, hingga seluruh unsur pendukung bandara selama ini berjalan sangat intensif. Semua ini menjadi bagian dari sistem dukungan terhadap tugas parlemen,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, Sekjen DPR RI juga menyoroti sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari prosedur keimigrasian dan kepabeanan, protokol kesehatan dan karantina, pengaturan alur keberangkatan, fasilitas VIP/VVIP, sinkronisasi jadwal penerbangan, hingga mitigasi risiko terhadap kemungkinan kendala teknis di lapangan.
Ia menambahkan, pelaksanaan Timwas Haji tahun ini memiliki perhatian khusus karena merupakan penyelenggaraan haji pertama bersama kementerian baru yang menangani urusan haji.
“Kita ingin memastikan 220 ribu jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan terbaik dan layak selama berada di Tanah Suci. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara cermat dan terkoordinasi,” katanya.
Lebih lanjut, Indra mengungkapkan bahwa tantangan penyelenggaraan ibadah haji tidaklah sederhana mengingat tingginya mobilitas jutaan jemaah di Arab Saudi. Oleh karena itu, DPR RI melalui Timwas Haji akan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan haji.
“Pergerakan jutaan orang di Tanah Suci bukan hal mudah. Timwas Haji DPR RI bekerja penuh waktu untuk memastikan berbagai persoalan pelayanan jemaah dapat diantisipasi dan ditangani dengan baik,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan jadwal keberangkatan Timwas Haji DPR RI Tahun 2026 yang terbagi dalam dua tahap. Keberangkatan tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Mei 2026, sedangkan tahap kedua pada 20–21 Mei 2026. Sementara itu, kepulangan tahap pertama dijadwalkan pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026 dan tahap kedua pada 2–4 Juni 2026.
Menutup sambutannya, Indra berharap seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh komitmen demi mendukung kelancaran pelaksanaan Timwas Haji DPR RI Tahun 2026.
“Saya berharap seluruh stakeholder dapat menjalankan tanggung jawab dengan penuh dedikasi agar pelaksanaan tugas Timwas maupun rangkaian ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan baik, lancar, aman, dan tertib,” tutupnya. (mun/rdn)