
Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, saat menghadiri kegiatan Safari GEMARIKAN di Aula Kantor Bupati Sumbawa Barat.| Foto: Fa/Karisma
Daerah dengan potensi perikanan besar seperti Kabupaten Sumbawa Barat dinilai memiliki modal kuat untuk menjadikan konsumsi ikan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mendorong penguatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) secara berkelanjutan saat menghadiri kegiatan Safari GEMARIKAN di Aula Kantor Bupati Sumbawa Barat, Jumat (24/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat penerima manfaat, Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, serta jajaran pemerintah daerah.
Menurut Johan, program GEMARIKAN tidak hanya penting untuk mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas gizi, khususnya bagi generasi muda.
“Program GEMARIKAN bukan sekadar ajakan untuk mengonsumsi ikan, tetapi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujar Johan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, Kabupaten Sumbawa Barat memiliki potensi perikanan yang besar dan perlu dikelola secara optimal agar memberi manfaat ganda, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi penguatan ekonomi lokal.
Karena itu, ia menilai Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus terus didorong secara konsisten agar tidak hanya berdampak pada peningkatan konsumsi protein masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan rantai ekonomi perikanan dari hulu hingga hilir.
“Kabupaten Sumbawa Barat memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Karena itu, gerakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus kita dorong secara berkelanjutan agar tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal,” jelasnya.
Menurut Johan, penguatan konsumsi ikan perlu menjadi bagian dari kebijakan pembangunan pangan dan gizi daerah. Selain memperbaiki kualitas asupan masyarakat, langkah tersebut juga dinilai mampu menciptakan pasar yang lebih kuat bagi hasil tangkapan nelayan lokal.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkelanjutan dan memberi dampak nyata.
“Momentum ini harus menjadi langkah konkret untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir,” tegas Politisi asal Dapil NTB I itu.
Johan berharap gerakan GEMARIKAN dapat terus diperluas dan menjadi bagian dari budaya konsumsi masyarakat, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi daerah berbasis sektor perikanan. (fa/rdn)