Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin.
PARLEMENTARIA, Jakarta — Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Legislatif (Pusbangkom) Sekretariat Jenderal DPR RI menggelar seminar bertajuk “The Future of Leadership: Mengelola Tim Hybrid dan Gen Z di Lingkungan Parlemen” di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi dinamika sistem kerja hybrid serta keberagaman generasi di lingkungan DPR RI.
Selaku narasumber, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dalam merespons perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi, pola komunikasi, dan karakteristik generasi yang terus berkembang di lingkungan kerja.
Menurutnya, DPR RI saat ini dihadapkan pada komposisi sumber daya manusia lintas generasi, mulai dari baby boomers, generasi X, milenial, hingga generasi Z, yang memiliki cara pandang dan gaya kerja berbeda. Hal ini menuntut adanya penyesuaian dalam pola kepemimpinan agar tetap relevan dan efektif.
“Yang paling penting bagaimana DPR RI sebagai institusi bisa terus beradaptasi dengan berbagai generasi yang sekarang bekerja di dalamnya, baik dari anggota DPR maupun tim pendukung di Kesekjenan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan sistem kerja hybrid seperti work from home (WFH) dan fleksibilitas kerja memerlukan perubahan budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan pegawai.
Selain itu, Puteri menyoroti tantangan komunikasi lintas generasi, khususnya pada generasi Z yang cenderung lebih nyaman menggunakan platform digital seperti WhatsApp dibandingkan berkomunikasi secara langsung dengan atasan.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan menjadi hambatan, melainkan perlu direspons dengan pendekatan kepemimpinan yang lebih terbuka dan komunikatif. “Kita harus mulai memberikan ekspektasi yang jelas terkait bagaimana pola kerja dan komunikasi yang diharapkan. Karena kalau ekspektasi itu tidak disampaikan, tentu tidak akan membuahkan hasil yang sesuai,” jelasnya.
Ia menambahkan, pimpinan di lingkungan birokrasi perlu lebih proaktif dalam memberikan arahan mengenai budaya kerja, standar komunikasi, serta nilai-nilai profesionalisme yang harus dijalankan oleh setiap pegawai.
“Ke depan, kita akan terus dihadapkan pada perubahan, baik dari sisi teknologi, gaya komunikasi, maupun hadirnya generasi baru seperti generasi alfa. Karena itu, penting bagi kita semua untuk terus belajar, memahami, dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang ada,” pungkasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI Rahmad Budiaji menyampaikan bahwa komposisi pegawai di lingkungan DPR RI yang beragam menuntut adanya strategi komunikasi yang efektif agar kinerja organisasi tetap optimal.
“Dengan keberagaman generasi ini, diperlukan strategi komunikasi yang mampu menjaga efektivitas kerja sekaligus mendukung pencapaian target organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pegawai dapat memahami peta sosiologis organisasi serta membangun saling pengertian antar generasi di lingkungan kerja. (bit/aha)