Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI dengan direksi RSUP Prof Dr R.D. Kandou di Manado, Sulawesi Utara.
PARLEMENTARIA, Manado – Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, mendorong tenaga kesehatan untuk mengedepankan pendekatan promotif dan preventif guna membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat. Hal ini disampaikannya saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI dengan direksi RSUP Prof Dr R.D. Kandou di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (23/4/2026).
Menurut Heru, tenaga medis seperti dokter perlu lebih komunikatif saat berinteraksi dengan pasien. Ia menekankan pentingnya edukasi terkait langkah-langkah yang dapat mempercepat proses penyembuhan.
“Pendekatan promotif-preventif itu misalnya para dokter saat berdialog dengan pasien jangan irit bicara, tapi komunikasikan hal apa saja yang sebaiknya dilakukan pasien agar mempercepat proses penyembuhan penyakitnya. Diingatkan juga agar pasien menjaga kebersihan, pola makan yang baik dan pola hidup sehat sehingga terbangun kesadarannya,” ujarnya.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kesehatan. Ia menilai, perbedaan pelayanan antara rumah sakit swasta dan pemerintah kerap terletak pada kualitas komunikasi dan empati tenaga medis.
“Mungkin kita pernah mengalaminya bagaimana cara pendekatan dokter-dokter di RS swasta lebih humanis, komunikasinya lebih baik. Dan kadang kita temukan dokter di rumah sakit pemerintah yang terkesan kurang komunikatif, kaku sama pasien. Hal seperti ini harus diubah agar tercipta pelayanan kesehatan yang humanis,” tambahnya.
Di sisi lain, pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu di RSUP Kandou Manado terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Desember 2025, proyek bernilai Rp882,51 miliar tersebut telah mencapai 73,2 persen. Gedung setinggi 12 lantai ini dirancang sebagai smart hospital dengan teknologi modern dan ditargetkan rampung pada Juni 2026 guna memperkuat layanan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.
Heru yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur VI (Kediri, Tulungagung, dan Blitar) mengingatkan agar pihak rumah sakit tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan dan perilaku tenaga kesehatan.
“Terkait mendesaknya pembangunan RS Kandou, saya hanya menyarankan agar dipertimbangkan pembangunan RS vertikal sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai bersaing dengan RS eksisting yang sudah ada,” tandasnya.
Adapun fasilitas yang akan tersedia di RS Kandou mencakup layanan radioterapi (baru), kemoterapi, layanan kanker anak, endoscopic ultrasound, serta layanan pendukung seperti ICU/NICU dan bedah vaskuler.