E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Sinergi Data K/L Jadi Kunci RUU Satu Data Indonesia

Diterbitkan
Selasa, 7 Apr 2026 16.48 WIB
Bagikan:
Sinergi Data K/L Jadi Kunci RUU Satu Data Indonesia

Anggota Badan Legislasi DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Baleg DPR RI di Ruang Rapat Baleg DPR RI, Senayan, Jakarta.

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Badan Legislasi DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto menyoroti pentingnya konsep orkestrasi data saat membahas RUU Satu Data Indonesia bersama Arsip Nasional Republik Indonesia dan Badan Informasi Geospasial. Baginya, keberhasilan implementasi Satu Data Indonesia sangat bergantung pada sinergi antar kementerian dan lembaga (K/L) dalam mengelola, mengintegrasikan, dan berbagi data secara konsisten.

 

Menurutnya, orkestrasi data harus melibatkan banyak pihak layaknya sebuah orkestra yang terdiri dari berbagai instrumen dengan peran berbeda. Walaupun begitu, ia mengingatkan seluruh elemen tersebut harus berjalan harmonis agar menghasilkan kebijakan yang tepat dan berbasis data yang akurat.

Lihat Juga :

Pembedaan Signifikan antara RUU Satu Data Indonesia dan RUU Statistik Harus Diperjelas

Pembedaan Signifikan antara RUU Satu Data Indonesia dan RUU Statistik Harus Diperjelas

Implementasi Satu Data Indonesia Bantu Kebijakan Pembangunan

Implementasi Satu Data Indonesia Bantu Kebijakan Pembangunan

 

“Setiap kementerian dan lembaga punya peran masing-masing, tapi harus selaras. Kalau tidak, kebijakan yang dihasilkan bisa tidak tepat sasaran,” ujar Sofwan dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Baleg DPR RI di Ruang Rapat Baleg DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026),

 

Di sisi lain, ia mempertanyakan kejelasan kewajiban K/L dalam menyerahkan data kepada ANRI, termasuk jenis data yang harus disampaikan serta mekanisme pengawasan jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi. Tidak hanya itu saja, ungkapnya, ada isu mekanisme kontrol apabila terdapat K/L yang tidak patuh dalam menyerahkan data.

 

Demi mencegah isu itu terjadi, ia menekankan perlu memastikan supaya regulasi yang diimplementasikan nanti bisa terlaksana dengan tegas dan mengikat agar ANRI bisa mengelola arsip nasional secara optimal. Sebab itu, dirinya mendukung sistem yang tidak hanya mengatur kewajiban, namun juga memastikan kepatuhan melalui pengawasan yang efektif.

 

“Percuma jika ANRI memiliki tugas dan fungsi, tetapi data dari kementerian dan lembaga tidak dikirimkan. Ini harus diatur secara jelas, termasuk mekanisme pengawasannya,” tegasnya.

 

Tidak henti, Sofwan turut menyoroti potensi ketidaksinkronan data dalam pengelolaan informasi geospasial. Ia mencontohkan adanya perbedaan data antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Desa terkait jumlah desa yang berada di dalam kawasan hutan.

 

Adanya perbedaan data tersebut, menurutnya, bukan hanya persoalan teknis, akan tetapi juga berdampak langsung pada perumusan kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan, tata ruang, dan pengelolaan sumber daya.

 

Ia pun mempertanyakan apakah BIG memiliki mekanisme untuk mendeteksi perbedaan data antar K/L, termasuk sistem notifikasi atau kontrol dalam proses integrasi data geospasial. Sebab, BIG berwenang untuk menyajikan data tematik. Di mata publik maupun pejabat pemerintah, BIG kerap dianggap sebagai rujukan utama data geospasial nasional.

 

Menutup pernyataan, ia berharap masukan dari ANRI dan BIG menjadi bahan penting untuk menyusun RUU Satu Data Indonesia. Baginya, regulasi yang kini tengah disusun harus mampu memperkuat tata kelola, sinkronisasi, serta validitas data nasional. “Jangan sampai Satu Data Indonesia hanya menjadi konsep yang baik di atas kertas, tetapi sulit diterapkan. Kuncinya ada pada orkestrasi dan kedisiplinan dalam berbagi data,” pungkasnya. (bit/um)

Berita terkait

Pembedaan Signifikan antara RUU Satu Data Indonesia dan RUU Statistik Harus Diperjelas
Politik dan Keamanan
Pembedaan Signifikan antara RUU Satu Data Indonesia dan RUU Statistik Harus Diperjelas
Implementasi Satu Data Indonesia Bantu Kebijakan Pembangunan
Kesejahteraan Rakyat
Implementasi Satu Data Indonesia Bantu Kebijakan Pembangunan
Kawal RUU Satu Data, DPR Usul Bentuk Badan Supervisi Independen
Politik dan Keamanan
Kawal RUU Satu Data, DPR Usul Bentuk Badan Supervisi Independen
Tags:#RUU Satu Data
Sebelumnya

Rumah Doa Disegel di Tangerang, Maruli Siahaan: Kebebasan Beragama Hak Konstitusional Siapapun!

Selanjutnya

Satu Data Butuh Struktur, Bukan Sekadar Integrasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(770)
  • Industri dan Pembangunan(2780)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2651)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3333)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 4 km/h