Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Geofisika Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/4/2026).
PARLEMENTARIA, Bandung – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menegaskan pentingnya penguatan fungsi Stasiun Geofisika dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah Bandung dan sekitarnya. Dimana stasiun ini memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang cepat serta akurat bagi masyarakat.
Ia menilai fungsi tersebut semakin krusial di tengah meningkatnya potensi bencana akibat dinamika alam. “Komisi V DPR RI memandang Stasiun Geofisika Bandung memiliki posisi penting dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di Jawa Barat. Informasi yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana,” ujar Syaiful Huda saat membuka pertemuan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Geofisika Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/4/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bandung Raya diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih awal pada 2026. Selain itu, intensitas kemarau diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang mengarah pada fase El Nino lemah, sehingga berpotensi menimbulkan kekeringan di sektor pertanian serta penurunan cadangan air bersih,” jelasnya.
Selain ancaman kekeringan, Komisi V DPR RI juga menyoroti aktivitas mikroseismik yang terpantau di sepanjang jalur Sesar Lembang. Berdasarkan laporan terbaru pada Maret 2026, tercatat puluhan gempa kecil yang mengindikasikan bahwa sesar tersebut masih aktif, dengan potensi gempa mencapai magnitudo 6,5 hingga 7,0.
Menyikapi hal tersebut, Syaiful Huda menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini bencana agar dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah. Ia menilai optimalisasi teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BMKG merupakan langkah yang tidak dapat ditunda.
“BMKG harus terus didorong untuk memperkuat sistem peringatan dini, terutama untuk gempa bumi dan tsunami, serta meningkatkan kualitas teknologi observasi dan SDM dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan aktivitas tektonik,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI juga meninjau langsung fasilitas, sarana, dan prasarana di Stasiun Geofisika Bandung, sekaligus menggali berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam rapat kerja bersama kementerian dan lembaga mitra.
Syaiful Huda menambahkan bahwa seluruh temuan dan masukan dalam kunjungan kerja tersebut akan dilaporkan sesuai mekanisme yang berlaku di DPR RI, guna memastikan adanya langkah konkret dalam penguatan sistem mitigasi bencana di Indonesia.
“Harapannya, hasil kunjungan ini dapat menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti demi meningkatkan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi bencana,” tutupnya. (mun/aha)