PARLEMENTARIA,
Jakarta — Anggota
Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menyebut, paparan konten daring dengan judul sensasional menjadi salah satu pintu masuk
judi online dalam kehidupan bermasyarakat. Akibat paparan tersebut, menurutnya,
masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui, kemudian terjerat aktivitas
judi online.“Apalagi penanganan yang dilakukan selama ini masih cenderung bersifat reaktif. Seperti
pemblokiran rekening setelah transaksi terjadi dan kerugian muncul,” tutur Andi Amar dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kepala
PPATK di Nusantara II, Senayan,
Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini juga menekankan perlunya langkah pencegahan yang lebih kuat melalui intervensi terhadap situs maupun aplikasi yang terindikasi memfasilitasi
judi online. Menurutnya, Upaya tersebut perlu dilakukan melalui
kerja sama PPATK dengan
penegak hukum serta kementerian yang membidangi
ruang digital. “Kalau kemudian data dari
PPATK yang banyak akun dan transaksi mencurigakan di
judi online maupun
narkoba itu bisa diblokir langsung, saya kira potensi penyelamatan negara luar biasa,” ujar Andi Amar. Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya
temuan dan laporan
PPATK terkait dugaan
kerugian negara yang sempat ramai di ruang publik, namun tidak seluruhnya diketahui tindak lanjut penanganannya. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas koordinasi antarpenegak
hukum. Menurut Andi Amar, penguatan sinergi antara
PPATK,
aparat penegak hukum, dan kementerian terkait menjadi kunci agar setiap
temuan dapat ditindaklanjuti secara jelas dan terukur. “Perlu koordinasi yang lebih kuat antar
aparat penegak hukum agar pencegahan dan penindakan
judi online bisa berjalan berkelanjutan,” pungkasnya. •ujm/we