E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Pendidikan|Bencana|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|Judi Online|Sumatra|PTS|PTN|YTR
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Pendidikan|Bencana|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|Judi Online|Sumatra|PTS|PTN|YTR
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Pendidikan|Bencana|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|Judi Online|Sumatra|PTS|PTN|YTR
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Kunjungi BRIN Cibinong, Furtasan Dorong Publikasi dan Penambahan Anggaran BRIN

Diterbitkan
Kamis, 4 Des 2025 14.07 WIB
Bagikan:
Kunjungi BRIN Cibinong, Furtasan Dorong Publikasi dan Penambahan Anggaran BRIN

Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf saat mengikuti kunjungan kerja di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Ir. Soekarno Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (03/12/2025). Foto : Andri.

PARLEMENTARIA, Bogor – Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X ke kawasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cibinong menjadi momentum penting untuk membuka kembali diskursus publik soal peran strategis lembaga riset nasional. Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf mengakui selama ini citra BRIN kurang terekspos secara optimal, sehingga menimbulkan kesan seolah lembaga tersebut tidak memiliki capaian signifikan. 

Namun, pandangan itu berubah drastis usai Furtasan melihat langsung fasilitas riset di lapangan. Ia mengaku terkejut menyaksikan kualitas sarana prasarana BRIN, termasuk keberadaan alat penelitian bernilai hingga Rp35 miliar, yang menunjukkan besarnya investasi negara di sektor sains dan teknologi.

Menurut Furtasan, temuan tersebut menegaskan bahwa BRIN memiliki posisi vital sebagai “tulang punggung” pembangunan berbasis ilmu pengetahuan di Indonesia. Produk riset unggulan, kata dia, hanya bisa lahir melalui fondasi riset dasar yang kuat, dan proses itu seluruhnya berada di BRIN. 

“Saya menilai sudah menjadi kewajiban Komisi X DPR RI untuk memberikan dukungan penuh terhadap operasional dan keberlanjutan lembaga riset tersebut, agar mampu terus berkembang menghasilkan inovasi bernilai bagi masyarakat luas,”  ujarnya saat mengikuti Kunjungan Kerja ke Kawasan BRIN di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/12/2025).

Meski mengapresiasi mutu hasil riset yang dinilai sudah cukup bagus dan ternama, Furtasan juga menyampaikan kritik konstruktif terkait lemahnya publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Banyak hasil penelitian yang sebenarnya potensial dan bermanfaat belum diketahui secara luas. 

Kondisi ini memunculkan persepsi keliru seolah riset negara tidak digunakan atau terbuang sia-sia. Padahal, menurutnya, permasalahan utama bukan pada kualitas riset, melainkan pada kurang optimalnya strategi komunikasi dan diseminasi agar hasil temuan benar-benar sampai kepada publik dan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Terkait isu tumpang tindih riset nasional, Furtasan menjelaskan pembagian peran antara Dikti Scientech dan BRIN kini tengah dibenahi. Dikti Scientech difokuskan pada riset terapan dan pengembangan pendidikan tinggi, sementara BRIN diarahkan sebagai pusat riset dasar nasional yang mencakup seluruh bidang ilmu pengetahuan. 

Dengan pola tersebut, ekosistem riset diharapkan lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat bertransformasi menjadi produk atau solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Furtasan juga menyoroti persoalan keterbatasan anggaran riset nasional yang masih berada di kisaran 4,8 persen. Angka ini dinilai belum ideal untuk mendukung ambisi besar pengembangan sains Indonesia. Selain dukungan pendanaan, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk aspek kesejahteraan dan kesehatan para peneliti. 

Saat ini BRIN menampung sekitar 4.000 peneliti, hasil penggabungan berbagai lembaga riset sebelumnya. Dari sisi kelembagaan, postur organisasi dinilai sudah cukup solid, namun kini saatnya BRIN memasuki fase ekspansi peluang untuk mengoptimalkan kapasitas riset yang ada.

Menyinggung persoalan regulasi pemanfaatan hasil riset, Politisi Fraksi Partai NasDem ini menyebut secara normatif aturan sudah tersedia. Tantangannya terletak pada implementasi teknis yang masih kerap berjalan kaku. Penyederhanaan mekanisme diperlukan agar hasil riset dapat dimanfaatkan lebih cepat, baik di dalam negeri maupun sebagai produk kerja sama internasional. 

Ia menegaskan bahwa dukungan seluruh pihak, termasuk DPR, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat, mutlak dibutuhkan agar proses hilirisasi inovasi BRIN berjalan efektif.

Setelah lima tahun terakhir fokus pada pembenahan internal kelembagaan, Furtasan menilai sekarang adalah momentum tepat bagi BRIN untuk bergerak agresif menyusun program unggulan, target riset, serta keunggulan kompetitif di masa depan. 

“Semua strategi itu harus berangkat dari kekuatan BRIN sendiri sebagai pusat ilmu pengetahuan nasional,” jelasnya.

Sebagai contoh konkret potensi riset BRIN, Furtasan menyinggung kajian tentang produk penumbuh rambut. Jika penelitian tersebut berhasil dikembangkan menjadi produk siap pakai, ia yakin dampaknya bisa sangat besar dan “bombastis” mengingat kebutuhan pasar yang luas. Contoh sederhana ini menunjukkan bagaimana riset dasar dapat melahirkan produk bernilai ekonomi dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat—sekaligus menjadi bukti bahwa investasi negara di bidang riset bukanlah pemborosan, melainkan langkah strategis menuju kemandirian inovasi nasional. •man/rdn

Berita terkait

Dorong Penambahan Anggaran 2027, Komisi V DPR Soroti Defisit Kebutuhan Kemenhub Capai Rp37 Triliun
Industri dan Pembangunan
Dorong Penambahan Anggaran 2027, Komisi V DPR Soroti Defisit Kebutuhan Kemenhub Capai Rp37 Triliun
Balai Karantina Garda Terdepan Perlindungan Pangan dan SDA, Komisi IV Dorong Penguatan Anggaran dan Fasilitasnya
Industri dan Pembangunan
Balai Karantina Garda Terdepan Perlindungan Pangan dan SDA, Komisi IV Dorong Penguatan Anggaran dan Fasilitasnya
Kunjungi KST Cibinong, Komisi X Apresiasi BRIN Motor Penggerak Kemajuan Riset dan Inovasi
Kesejahteraan Rakyat
Kunjungi KST Cibinong, Komisi X Apresiasi BRIN Motor Penggerak Kemajuan Riset dan Inovasi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Sidang Uji Materi UU TNI, DPR Siap Perkuat Penjelasan terkait Sejumlah Gugatan Pasal

Selanjutnya

Kunjungi KST Cibinong, Komisi X Apresiasi BRIN Motor Penggerak Kemajuan Riset dan Inovasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(934)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3344)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4079)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Pendidikan|Bencana|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|Judi Online|Sumatra|PTS|PTN|YTR
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h