E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Rikwanto: Akar Masalah Narkotika Ada pada Permintaan, Bukan Sekadar Suplai

Diterbitkan
Rabu, 3 Des 2025 14.19 WIB
Bagikan:
Rikwanto: Akar Masalah Narkotika Ada pada Permintaan, Bukan Sekadar Suplai

Anggota Komisi III DPR RI, Rikwanto dalam Rapat Kerja dan RDPU Komisi III DPR RI bersama Wamenkumham, DPP GRANAT dan Jaringan Reformasi Kebijakan Narkotika di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI, Rikwanto, menegaskan bahwa persoalan utama dalam peredaran narkotika di Indonesia terletak pada tingginya permintaan (demand) masyarakat, bukan semata pada suplai maupun jaringan peredarannya. Pandangan itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Wamenkumham, DPP GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika), dan Jaringan Reformasi Kebijakan Narkotika di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

“Demand kita ini luar biasa besar. Selama permintaan tinggi, akan selalu ada orang yang menjual dan memasok narkotika, sebesar apa pun penindakan kita terhadap bandarnya,” tegas Rikwanto.

Ia menyampaikan bahwa data lapangan menunjukkan sebagian besar pengguna narkotika berasal dari kalangan pekerja seperti sektor perkebunan, pertambangan, hingga industri informal yang mengonsumsi narkotika demi meningkatkan stamina kerja. Selain itu, pelajar dan anak muda juga menjadi kelompok rentan karena lemahnya edukasi dan pengawasan.

“Bahkan di perkebunan, narkoba itu sampai dijual per paket kecil yang langsung dipakai untuk kerja. Ini menunjukkan kebutuhan, bukan sekadar keinginan,” jelas Legislator Fraksi Partai Golkar itu.

Menurut Rikwanto, strategi pemberantasan narkoba selama ini terlalu terfokus pada suplai melalui penangkapan bandar, pembongkaran jaringan, dan penyitaan barang bukti. Sementara itu, strategi pengurangan permintaan belum menjadi prioritas, padahal dampaknya jauh lebih menentukan.

“Kalau hanya memutus supply tanpa menyentuh demand, itu tidak akan pernah selesai. Logika pasar sederhana saja selama ada permintaan, suplai pasti mencari jalannya,” katanya.

Rikwanto juga menyoroti tingginya jumlah penghuni lapas akibat kasus narkotika. Sebagian besar dari mereka adalah pengguna yang seharusnya mendapatkan pendekatan rehabilitatif, bukan pemidanaan murni. Ia menilai kondisi overcrowding justru memperburuk masalah karena pengguna ditempatkan satu lingkungan dengan pengedar dan peracik.

“Pengguna pemula masuk sebagai korban, keluar malah punya jejaring baru. Sistem ini harus kita evaluasi total,” tegas Politisi dapil Kalimantan Selatan II itu.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pemberantasan narkotika tidak ditentukan oleh banyaknya bandar yang ditangkap, melainkan oleh berkurangnya jumlah pengguna baru. “Kalau generasi muda tidak lagi menjadi target konsumsi, pasar narkotika akan mati dengan sendirinya. Itu inti pendekatan yang harus kita ambil,” ujar Rikwanto menutup pernyataannya. •fa/aha

Berita terkait

Budi Kanang: Garuda Harus ‘Sembuhkan’ Akar Masalah, Bukan Hanya Andalkan Dana!
Industri dan Pembangunan
Budi Kanang: Garuda Harus ‘Sembuhkan’ Akar Masalah, Bukan Hanya Andalkan Dana!
Adian Napitupulu: Negara Harus Bereskan Masalah Mendasar Petani, Bukan Sekadar Minta Produksi Naik
Kesejahteraan Rakyat
Adian Napitupulu: Negara Harus Bereskan Masalah Mendasar Petani, Bukan Sekadar Minta Produksi Naik
Rikwanto Dorong KPK Kaji Akar Masalah Korupsi untuk Perkuat Pencegahan
Politik dan Keamanan
Rikwanto Dorong KPK Kaji Akar Masalah Korupsi untuk Perkuat Pencegahan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi III
Sebelumnya

Melly Goeslaw Tekankan Konsistensi Regulasi LMK–KMK dan Penguatan Norma Digital

Selanjutnya

Industri Tekstil Ambruk Bukan Karena Baju Bekas, Budi Kanang: Karena Impor Baju Baru

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h