E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Budi Kanang: Garuda Harus ‘Sembuhkan’ Akar Masalah, Bukan Hanya Andalkan Dana!

Diterbitkan
Selasa, 2 Des 2025 10.06 WIB
Bagikan:
Budi Kanang: Garuda Harus ‘Sembuhkan’ Akar Masalah, Bukan Hanya Andalkan Dana!

Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono Kanang saat mengikuti RDP bersama Direktur Utama PT Garuda Indonesia di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, (12/1/2025). Foto: Mahendra/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono Kanang mengingatkan jajaran direksi PT Garuda Indonesia bahwa keberhasilan pemulihan maskapai nasional tidak hanya bergantung pada suntikan dana restrukturisasi, tetapi pada kemampuan manajemen baru mendiagnosis dan menyembuhkan akar persoalan yang selama ini membebani kinerja perusahaan. Ia menilai Garuda berada dalam fase krusial dan memerlukan tata kelola yang lebih transparan, efisien, serta terukur agar penyakit lama tidak berulang.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI bersama Direktur Utama PT Garuda Indonesia di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, (12/1/2025), Budi menyoroti rencana penggunaan dana pemulihan yang dipaparkan direksi, yakni sekitar USD 1,4 miliar. Dari total tersebut, 47 persen dialokasikan untuk pemeliharaan armada Citilink, 37 persen untuk pemeliharaan pesawat Garuda, dan 16 persen dialokasikan untuk pembayaran kewajiban utang ke Pertamina.

Walakin, struktur pembiayaan itu justru menunjukkan titik masalah terbesar Garuda yang terletak pada biaya pemeliharaan pesawat karena dinilai tidak efisien. “Ini yang saya nggak ngerti, kok penyakitnya di pemeliharaan pesawat? Kalau tarif sama, manajemen sama, tapi pemeliharaan tidak masuk dalam cost production, ini penyakit. Kalau tidak diperbaiki, tiga sampai lima tahun lagi bisa muncul lagi,” ujarnya.

Budi menilai komponen harga pokok produksi (HPP) harus dihitung lebih realistis agar pemeliharaan tidak hanya menjadi pos pengeluaran, tetapi bagian integral dalam manajemen operasional yang sehat. Ia memperingatkan, tanpa perubahan struktur biaya dan penghitungan yang tepat, suntikan dana hanya akan menunda masalah, bukan menyelesaikannya.

Selain aspek teknis, Budi menyoroti lemahnya transparansi dalam pengambilan keputusan direksi. Ia menyebut kasus-kasus korupsi masa lalu bermula dari keputusan sepihak tanpa pengawasan dan keterlibatan komisaris.

“Direksi ini terlalu kuat. Kalau sudah ambil keputusan, langsung jalan. Komisaris tidak dimanfaatkan. Ada komisaris sampai mundur karena merasa tidak punya fungsi. Ini pembelajaran,” tegasnya.

Ia meminta agar struktur pengawasan, baik internal maupun eksternal, diperkuat, bukan hanya formalitas. Komisaris harus dilibatkan aktif, memberi kontrol, bukan sekadar tongkrongan jabatan. Budi juga membandingkan operasional Garuda dengan maskapai lain yang mulai berkembang agresif. Cost operationalGaruda disebut jauh lebih tinggi sehingga berpotensi tertinggal dalam persaingan pasar, bahkan ia sempat mengusulkan skenario ekstrem.

“Saya pernah bilang, sudah Garuda masuk Pelita saja, bukan Pelita masuk Garuda. Ini saking bingungnya saya,” ungkap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Lebih jauh, merespons paparan direksi soal Transpositional Empowerment berbasis empat pilar: service, business, operational, digital, Budi menghargai konsep tersebut, tetapi menuntut implementasi konkret. Ia meminta agar Garuda tidak hanya memiliki visi transformasi, tetapi disertai roadmap yang rinci mulai dari target, tahapan, hingga ukuran keberhasilan.

“Empat pilar ini bagus, tapi roadmap-nya harus jelas. Yang dituju apa? Transformation service apa? Sampai goal-nya apa? Start-nya dari mana? Ada action plan, ada langkah-langkah yang jelas, semuanya,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Budi menegaskan bahwa DPR tidak hanya mengkritisi, tetapi siap ikut mengawal dan mengawasi proses pemulihan Garuda selama manajemen menunjukkan langkah yang nyata dan terukur. Menurutnya, jika hal ini dilaksanakan sungguh-sungguh, DPR dapat ikut mengawasi. Satu hal yang penting, katanya, jangan sampai nanti muncul permintaan dana baru lagi. •ecd/rdn

Berita terkait

Jazuli Juwaini: Dana Haji Harus Dikembangkan, Bukan Sekadar Mengendap
Politik dan Keamanan
Jazuli Juwaini: Dana Haji Harus Dikembangkan, Bukan Sekadar Mengendap
Industri Tekstil Ambruk Bukan Karena Baju Bekas, Budi Kanang: Karena Impor Baju Baru
Industri dan Pembangunan
Industri Tekstil Ambruk Bukan Karena Baju Bekas, Budi Kanang: Karena Impor Baju Baru
Rico Sia: Diskon Tiket Pesawat Harus Berlaku Sepanjang Tahun, Bukan Hanya Saat Nataru
Populer
Rico Sia: Diskon Tiket Pesawat Harus Berlaku Sepanjang Tahun, Bukan Hanya Saat Nataru
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Koordinasi Antar-Instansi terkait Pengawasan Makanan dan Minuman di Cirebon Rendah

Selanjutnya

Ditargetkan Selesai Sebelum Reses, RUU Penyesuaian Pidana Tutup Kekosongan Hukum dalam KUHP Baru

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h